Token XPL Plasma Jatuh 80%, Apa Penyebabnya dan Masa Depan Token Ini?
Finansial
Mata Uang Kripto
30 Okt 2025
52 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
XPL mengalami penurunan nilai yang signifikan setelah peluncuran, seringkali karena tekanan jual yang tinggi.
Klaim mengenai keterlibatan tim Plasma dengan pembuat pasar menambah ketidakpastian di kalangan investor.
Plasma perlu meningkatkan penggunaan token XPL untuk memastikan keberlanjutan dan relevansi di pasar.
Plasma meluncurkan token XPL dengan tujuan menjadi blockchain utama untuk stablecoin, menjanjikan biaya transaksi nol dan throughput sangat tinggi. Token ini mendapat banyak perhatian dan dukungan dari investor besar dan mengumpulkan dana hingga puluhan juta dolar. Harapannya, XPL akan menjadi token penting yang meningkatkan ekosistem stablecoin.
Namun, setelah debutnya, harga XPL turun drastis lebih dari 80% dari harga tertinggi Rp 27.89 miliar ($1,67 m) enjadi sekitar Rp 5.16 juta ($0,309) saat ini, memicu kerugian besar bagi para investor yang membeli di harga lebih tinggi. Terdapat dugaan bahwa tim Plasma melakukan kolaborasi dengan market maker untuk melakukan short selling, walaupun hal ini dibantah oleh pendiri Plasma, Paul Faecks.
Plasma saat ini lebih dikenal sebagai protokol lending daripada blockchain stablecoin karena aktivitas transfer stablecoinnya sangat rendah. Protokol ini memiliki total nilai terkunci sekitar Rp 11.29 triliun ($676 juta) dan menawarkan imbal hasil sekitar 8% per tahun, tapi aktivitas transaksi di blockchain hanya sekitar 14,9 transaksi per detik, jauh dari klaim awal 1.000 transaksi per detik.
Fitur tambahan seperti staking dan delegasi token XPL dijadwalkan baru aktif pada awal 2026, yang mungkin memberikan kegunaan lebih bagi token. Saat ini, XPL terutama digunakan untuk mengurangi biaya transaksi non-stablecoin, namun blockchain ini sudah sangat murah untuk digunakan tanpa perlu memegang XPL.
Masa depan XPL masih belum pasti, dan tanpa adanya dorongan baru atau peluncuran fitur baru yang memberikan nilai nyata, token ini berisiko kehilangan relevansi dan posisi dalam 100 token teratas. Investor diharapkan cermat memantau perkembangan dan rencana Plasma kedepannya.
Analisis Ahli
Alex Wice
Mengkritik keterbukaan tim Plasma dan menyoroti kemungkinan praktik pasar yang tidak etis terkait short selling token.