Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pendiri Plasma Tolak Tuduhan Jual Token Internal Setelah Harga XPL Anjlok 50%

Finansial
Mata Uang Kripto
News Publisher
02 Okt 2025
44 dibaca
2 menit
Pendiri Plasma Tolak Tuduhan Jual Token Internal Setelah Harga XPL Anjlok 50%

AI summary

Harga token XPL jatuh drastis setelah peluncuran, menimbulkan tuduhan manipulasi pasar.
Paul Faecks menegaskan bahwa tidak ada insider selling yang terjadi dan semua token terkunci.
Aster mengambil tindakan cepat untuk mengkompensasi pengguna setelah masalah harga yang tidak terduga.
Setelah peluncuran jaringan utama Plasma pada 25 September, token asli mereka, XPL, mengalami penurunan harga lebih dari 50% hanya dalam beberapa hari. Hal ini memicu tuduhan dari komunitas bahwa anggota tim melakukan penjualan token secara diam-diam untuk mengambil keuntungan.Paul Faecks, pendiri Plasma, menolak tudingan tersebut dan menegaskan bahwa token yang dimiliki oleh tim dan investor terkunci selama tiga tahun dengan masa tunggu satu tahun. Ia juga membantah adanya hubungan dengan perusahaan trading Wintermute yang dituding oleh beberapa pihak ikut menjual token.Analis onchain ManaMoon menunjukkan ketidakwajaran aktivitas wallet yang terkait dengan tim Plasma yang mengirimkan ratusan juta token ke bursa sebelum peluncuran. Kelompok kritis juga menuduh adanya penggunaan strategi TWAP untuk menjual token secara bertahap agar harga tidak anjlok drastis dalam satu waktu.Sementara itu, exchange Aster mengonfirmasi adanya lonjakan harga XPL yang tiba-tiba pada kontrak perpetual, yang menyebabkan likuidasi paksa dan kerugian bagi trader. Aster sudah mengembalikan dana kepada pengguna yang terdampak dan terus menyelidiki penyebab teknis masalah tersebut.Meski menghadapi kontroversi dan kritik, tim Plasma tetap berkomitmen untuk fokus pada pengembangan proyek mereka yang bertujuan memudahkan pembayaran stablecoin melalui blockchain Layer 1, berharap bisa membangun masa depan uang yang lebih baik.

Experts Analysis

ManaMoon
Saya percaya ada penjualan strategis yang dilakukan dalam bentuk TWAP, membuat retail buyer sulit bertahan dan menyebabkan penurunan tajam harga XPL.
Editorial Note
Situasi ini menggambarkan bagaimana kurangnya komunikasi dan transparansi bisa merusak kepercayaan komunitas. Meski pendiri mengklaim token terkunci, aktivitas wallet dan dinamika pasar menunjukkan potensi tekanan jual terselubung yang harus diusut tuntas untuk memastikan integritas proyek.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.