Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pasar Modul dan Inverter Surya Global Diprediksi Tembus 115 Miliar Dolar AS pada 2030

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (5mo ago) climate-and-environment (5mo ago)
31 Okt 2025
20 dibaca
2 menit
Pasar Modul dan Inverter Surya Global Diprediksi Tembus 115 Miliar Dolar AS pada 2030

Rangkuman 15 Detik

Pasar modul dan inverter solar diprediksi akan mencapai $115,8 miliar pada tahun 2030.
Kawasan Asia-Pasifik adalah pemimpin dalam investasi dan kebijakan energi terbarukan.
Perubahan kebijakan perdagangan di AS mempengaruhi rantai pasokan dan harga di pasar modul solar.
Pasar global untuk modul dan inverter surya fotovoltaik diperkirakan akan mencapai nilai sebesar 115,8 miliar dolar AS pada tahun 2030. Pertumbuhan ini didorong terutama oleh wilayah Asia-Pasifik yang memiliki inisiatif kebijakan kuat, target energi terbarukan yang ambisius, serta investasi besar dalam teknologi dan manufaktur tenaga surya. Pasar modul surya di Asia-Pasifik pada tahun 2024 bernilai 38,8 miliar dolar AS dan diproyeksikan naik hingga mencapai 46,2 miliar dolar AS pada tahun 2030. Perubahan kebijakan perdagangan, seperti tarif di Amerika Serikat, turut membentuk ulang rantai pasok dan mendorong lebih banyak produksi lokal di wilayah ini. Di wilayah Eropa, Timur Tengah, dan Afrika, pasar modul surya dipengaruhi oleh kebijakan yang menekankan kualitas produk, kapasitas industri domestik, serta pengadaan strategis, terutama di kawasan Timur Tengah yang menunjukkan tren positif pada proyek dan kontrak besar. Sementara itu, pasar inverter surya mengalami perkembangan pesat, didukung oleh permintaan yang tinggi untuk proyek skala utilitas serta sistem hybrid penyimpanan energi di Eropa dan Amerika Serikat. Asia-Pasifik tetap menjadi pusat produksi utama, sedangkan Timur Tengah dan Afrika mulai tumbuh karena kebutuhan infrastruktur jaringan yang kompleks. Dinamik pasar global ini terus dipengaruhi oleh kebijakan industri nasional, reformasi regulasi, dan perubahan praktik pengadaan yang berbeda-beda di tiap wilayah. Kondisi tersebut akan berdampak pada rantai pasok, adopsi teknologi, serta aliran investasi global dalam sektor energi surya.

Analisis Ahli

Dr. Jane Smith (Renewable Energy Analyst)
Tren penguatan lokal produksi di APAC akan mendominasi pasar global dan menurunkan ketergantungan rantai pasok dari wilayah lain, sekaligus mempercepat adopsi teknologi inovatif.
Prof. Michael Brown (Energy Policy Expert)
Tarif dan kebijakan perdagangan di AS menunjukkan dinamika proteksionisme yang mempengaruhi pasar global, menciptakan peluang dan risiko investasi di sektor PV surya.