Web3 Gaming Bangkit Kembali: Dari Kegagalan Menuju Ekonomi Pemain Mandiri
Teknologi
Permainan Console, PC, Mobile dan VR
30 Okt 2025
117 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Web3 tidak mati, tetapi terus berevolusi dengan cara yang tidak terduga.
Ekonomi pemilik pemain menjadi model baru yang lebih berkelanjutan dan menyenangkan.
NFT telah berevolusi menjadi aset yang lebih fungsional dalam permainan daripada sekadar koleksi.
Pada tahun 2024 dan 2025, dunia game Web3 mengalami gejolak besar. Banyak game Play-to-Earn yang populer seperti Hamster Kombat dan Catizen akhirnya gagal karena model ekonomi token yang terlalu tergantung pada airdrop dan janji keuntungan besar tanpa dasar yang kuat. Meski demikian, ada usaha untuk menghidupkan kembali dengan game game baru seperti Bombie dan Capybobo yang mencoba memperbaiki mekanisme dan insentifnya.
Metaverse sebagai salah satu konsep paling hype di Web3 juga mengalami kemunduran. Game seperti Decentraland dan The Sandbox, meskipun sempat menarik banyak investor dan pemain, kini mencatat jumlah pengguna yang sangat berkurang dan aktivitas yang sangat rendah. Investasi besar seperti perubahan nama Facebook menjadi Meta dan fokus pada VR saat ini kurang memberikan dampak sesuai harapan awal.
Di sisi lain, beberapa game Play-to-Earn besar seperti Axie Infinity dan Gods Unchained masih bertahan meski dengan kondisi yang tidak segembira dulu. Pengalaman kegagalan ini mengajarkan para developer bahwa kesuksesan harus didasarkan pada kesenangan bermain dan model ekonomi yang berkelanjutan, bukan sekadar minting token dan spekulasi cepat.
Konsep baru yang mulai populer adalah ekonomi milik pemain, di mana kepemilikan aset dalam game seperti NFT, token, dan hak pengambilan keputusan digabungkan dalam satu ekosistem yang alami dan tahan banting. Contoh game seperti Legend of YMIR, EVE Frontier, dan Star Atlas sudah mulai mengimplementasikan model ini untuk menjaga keberlangsungan komunitas dan nilai ekonomi.
NFT juga mengalami transformasi penting, bukan hanya sebagai collectible digital tapi sebagai aset dalam game dengan fungsi dan utilitas nyata. Kerja sama antara Ubisoft dan Immutable untuk membuat game kartu Might & Magic: Fates menandai era baru NFT yang dapat digunakan dan diperdagangkan secara fleksibel tanpa harus membeli untuk berkompetisi. Hal ini menunjukkan bahwa NFT akan menjadi bagian penting dari game masa depan.
Analisis Ahli
Anand Ramanathan
Evolusi dari Play-to-Earn ke model player-owned economy adalah langkah krusial yang akan membawa Web3 gaming ke tahap adopsi massal, namun hanya jika developer fokus pada gameplay dan ekosistem yang sehat.Camila Russo
NFT dalam game kini lebih dari sekadar tren; mereka membentuk fondasi aset digital yang bisa berdampak besar pada ekonomi digital masa depan, asalkan ada regulasi dan transparansi yang baik.