Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kenaikan Harga Streaming: Kenapa Tagihan HBO Max dan Netflix Makin Mahal

Bisnis
Ekonomi Makro
YahooFinance YahooFinance
30 Okt 2025
268 dibaca
2 menit
Kenaikan Harga Streaming: Kenapa Tagihan HBO Max dan Netflix Makin Mahal

Rangkuman 15 Detik

Kenaikan harga langganan streaming menjadi semakin umum di tengah inflasi.
Konsumen mulai merasakan tekanan dan mungkin mempertimbangkan untuk membatalkan langganan.
Perusahaan streaming perlu menemukan cara untuk menghasilkan laba di tengah persaingan dan biaya yang meningkat.
Platform streaming seperti HBO Max, Netflix, dan Disney+ semakin sering menaikkan harga langganan mereka. Kenaikan ini disebabkan oleh inflasi dan biaya produksi program yang semakin mahal. Misalnya, HBO Max menaikkan harga ad-free plan-nya menjadi 18,49 dolar per bulan, jauh lebih tinggi dari harga awal saat pandemi lima tahun lalu. Kenaikan harga juga terjadi pada rata-rata langganan 10 layanan streaming top AS, yang naik 12% tahun ini. Streaming dulunya dianggap lebih murah dibandingkan langganan TV kabel, tapi sekarang harganya sudah mendekati atau bahkan melampaui biaya kabel. Banyak perusahaan streaming butuh pendapatan lebih untuk menggantikan penghasilan yang hilang dari TV tradisional. Peacock misalnya menaikkan harga paket ad-free-nya sebesar 3 dolar karena harus membayar hak siar olahraga besar seperti NBA dan NFL yang kini semakin sering tayang di streaming. Sementara itu, Netflix mulai menambah konten olahraga dalam layanan mereka, sehingga harga juga naik menjadi 17,99 dolar untuk paket ad-free yang termurah. Di tengah kenaikan harga ini, banyak konsumen mulai merasa kewalahan dan semakin banyak yang berniat untuk batal berlangganan. Riset Magid menunjukkan bahwa 24% konsumen AS berharap membatalkan setidaknya satu layanan streaming dalam enam bulan ke depan. Jumlah langganan rata-rata juga meningkat, menjadikan konsumen harus mengelola banyak paket sekaligus. Meski begitu, riset menunjukkan bahwa peralihan dari TV tradisional ke streaming masih terus berlangsung secara signifikan. Pada 2028, hanya 21% rumah tangga diprediksi akan tetap menggunakan TV kabel, menjadikan streaming tetap menarik bagi perusahaan media walau menghadapi tantangan harga dan profitabilitas.

Analisis Ahli

Brahm Eiley
Perusahaan media harus memaksa area streaming menjadi sumber profit untuk menutup turunnya pendapatan dari bisnis tradisional yang semakin tergerus.
Tim Hanlon
Streaming yang selama ini digunakan sebagai alat penarik konsumen harus segera menjadi pusat keuntungan untuk berkelanjutan.
Andrew Hare
Industri streaming bermain dengan risiko tinggi mengingat kenaikan harga yang terus menerus dapat memicu gelombang pembatalan dan kebingungan konsumen.