Streaming Unggul Televisi Tradisional, Tapi Resesi Konten Mengancam Masa Depan
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
27 Agt 2025
118 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Pergeseran dari televisi kabel ke streaming menunjukkan perubahan besar dalam kebiasaan menonton di Amerika.
Resesi konten dapat mempengaruhi pertumbuhan langganan jika tidak ada cukup materi baru yang menarik bagi pelanggan.
Penyedia streaming harus berinovasi dan mengadaptasi diri untuk tetap relevan di pasar yang kompetitif.
Di Amerika Serikat, semakin banyak orang yang menonton televisi melalui layanan streaming dibandingkan dengan TV kabel tradisional. Menurut Bank of America Institute, streaming bahkan sudah mengalahkan televisi linear dan radio bila digabungkan. Meski demikian, waktu luang mereka tetap sama sekitar lima jam sehari, dengan sebagian besar waktu dihabiskan menonton tayangan dari berbagai platform.
Perubahan utama bukan di waktu menonton, tetapi dalam cara konten disampaikan. Lebih banyak rumah tangga kini berlangganan layanan streaming yang menyediakan tayangan on-demand ketimbang menonton TV kabel. Pengeluaran untuk konten streaming juga meningkat dan sejak 2023, lebih besar dibanding pengeluaran hiburan lain seperti acara langsung atau taman rekreasi.
Namun, meski konsumsi meningkat, ada masalah baru yang disebut ‘resesi konten’: penurunan jumlah produksi konten asli oleh platform streaming. Mereka kini lebih memilih membuat lebih sedikit tayangan namun dengan kualitas tinggi. Ini dapat mengurangi daya tarik bagi pelanggan yang ingin konten segar setiap waktu, sehingga berisiko menurunkan jumlah pelanggan di masa depan.
Perilaku pelanggan juga berubah, dengan banyak yang membatalkan atau berganti langganan tergantung pada tayangan populer yang ditawarkan. Pemain streaming kini berusaha menarik pelanggan dengan menghadirkan hak siar eksklusif olahraga dan konten musik premium, serta memperkirakan bahwa olahraga wanita dan segmen musik merupakan potensi pertumbuhan berikutnya.
Di sisi teknologi, kecerdasan buatan menjadi faktor yang mungkin mengubah industri secara besar-besaran. AI diprediksi akan mempercepat produksi konten dan menurunkan biaya, tetapi juga membuka peluang bagi kompetitor baru atau bahkan membuat penonton bisa ikut membuat konten sendiri. Masa depan streaming sangat bergantung pada kemampuan mereka menghadirkan cerita yang menarik dan terus relevan bagi penonton.
Analisis Ahli
Roy Price
Era TV prestisius berakhir karena streaming memasuki fase fundamental yang lebih fokus pada efisiensi produks dan model bisnis baru.David Michael Tinsley
Potensi 'resesi konten' akan menguji loyalitas pelanggan dan dapat menahan pertumbuhan streaming jika tidak segera diatasi.