Trump Kritik Sistem Peluncuran Elektromagnetik Kapal Induk AS, China Justru Mulai Pakai
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
29 Okt 2025
74 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Trump mengkritik teknologi EMALS dan lebih memilih sistem peluncuran uap.
Kapal induk Fujian menunjukkan kemajuan teknologi militer China yang mengadopsi EMALS.
Debat mengenai teknologi peluncuran pesawat mencerminkan pentingnya keunggulan strategis di lautan.
Presiden AS Donald Trump memperbarui kritiknya terhadap sistem peluncuran pesawat elektromagnetik atau EMALS yang digunakan oleh Angkatan Laut AS. Menurutnya, teknologi ini terlalu mahal, rumit, dan sulit diperbaiki, sehingga ia lebih memilih sistem peluncuran uap tradisional yang lebih sederhana dan mudah diperbaiki dengan alat biasa.
EMALS dikembangkan oleh perusahaan General Atomics dan menggantikan teknologi peluncuran uap yang sudah digunakan selama lebih dari tujuh dekade. Keunggulan sistem elektromagnetik ini adalah mampu meluncurkan pesawat dengan kecepatan dan kelancaran lebih tinggi, mengurangi tekanan pada rangka pesawat, serta memungkinkan peluncuran pesawat yang lebih ringan seperti drone.
Kritikan Trump muncul di tengah momentum China yang menunjukkan kemajuan teknologi kapal induknya dengan peluncur elektromagnetik pada kapal Fujian. China melewatkan generasi teknologi uap dan langsung mengadopsi teknologi elektromagnetik untuk modernisasi armadanya, dengan rencana pengembangan kapal induk super bertenaga nuklir.
Sistem EMALS mengalami beberapa masalah keandalan dan biaya tinggi selama pengujian di USS Gerald R. Ford, yang menjadi sumber kritik dari beberapa pejabat, termasuk Trump. Namun, teknologi ini terbukti penting untuk meningkatkan kecepatan dan fleksibilitas operasi kapal induk modern.
Persaingan antara AS dan China dalam teknologi peluncuran pesawat di kapal induk ini mencerminkan pertarungan strategi militer dan teknologi di lautan global. Keputusan apakah akan tetap menggunakan EMALS atau kembali ke teknologi lama akan berpengaruh besar pada kemampuan dan masa depan armada kapal induk masing-masing negara.
Analisis Ahli
Admiral Jonathan Greenert (Purnawirawan Kepala Staf Angkatan Laut AS)
EMALS adalah sistem maju yang meningkatkan kemampuan kapal induk AS dalam peluncuran pesawat, dan meskipun ada tantangan awal, teknologi ini adalah masa depan naval aviation.Dr. Mark Gunzinger (Analis Pertahanan)
Meninggalkan EMALS dan kembali ke peluncuran uap akan menjadi langkah mundur yang signifikan bagi AS, mengurangi keunggulan teknologi yang telah dimiliki selama bertahun-tahun.

