Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pengadilan Melarang Direktur Blockchain Global Tinggalkan Australia Saat Penyelidikan ASIC Berlanjut

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (4mo ago) cryptocurrency (4mo ago)
29 Okt 2025
153 dibaca
1 menit
Pengadilan Melarang Direktur Blockchain Global Tinggalkan Australia Saat Penyelidikan ASIC Berlanjut

Rangkuman 15 Detik

Ryan Xu, direktur Blockchain Global, dilarang meninggalkan Australia hingga 20 Desember.
ASIC sedang melakukan investigasi terhadap Blockchain Global dan utangnya yang besar.
ACX Exchange, platform yang dioperasikan oleh Blockchain Global, mengalami masalah serius yang mengakibatkan kebangkrutan.
Pemimpin dari perusahaan pertukaran cryptocurrency Blockchain Global, Ryan Xu, saat ini dilarang meninggalkan Australia hingga 20 Desember 2024 atas permintaan regulator keuangan negara tersebut, ASIC. Larangan ini dilakukan untuk mendukung penyelidikan terhadap peran Xu terkait kegagalan perusahaan dan gangguan yang dialami pelanggan. Blockchain Global menjalankan platform ACX Exchange, yang mengalami kebangkrutan pada Desember 2019. Sejumlah pengguna mengalami kesulitan menarik dana atau mata uang kripto mereka dari platform ini, menimbulkan kerugian finansial yang cukup besar. ASIC memulai penyelidikan terhadap operasional Blockchain Global sejak Januari 2024 setelah menerima laporan dari likuidator perusahaan yang mengungkap utang sekitar 58 juta dolar Australia kepada kreditor tidak terjamin hingga Oktober 2023. Larangan perjalanan Xu diajukan oleh ASIC tanpa kesempatan bagi Xu untuk didengar di awal proses, yang merupakan prosedur ex parte. Sidang berikutnya untuk mendengar argumentasi kedua pihak dijadwalkan pada 30 Oktober 2025, menandakan proses hukum yang panjang. Saat ini, selain Ryan Xu, dua orang lain dari Blockchain Global juga sedang diselidiki oleh ASIC. Perusahaan tersebut belum memberikan pernyataan resmi terkait situasi ini, dan proses hukum masih terus berjalan.

Analisis Ahli

Dr. Andi Wijaya, ahli blockchain dan hukum teknologi
Penggunaan perintah ex parte menandakan adanya kekhawatiran serius dari regulator terhadap risiko pelarian atau penghilangan bukti, suatu langkah yang tepat dalam konteks ketidakpastian regulasi kripto yang masih berkembang di Australia.