Nvidia Investasi Rp 16,6 Triliun di Nokia untuk Perkuat AI dan Data Center
Teknologi
Kecerdasan Buatan
29 Okt 2025
97 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Nvidia melakukan investasi signifikan di Nokia untuk memperkuat posisinya dalam data center.
Kesepakatan ini berpotensi mempercepat pengembangan teknologi 6G di Amerika Serikat.
Kolaborasi antara Nvidia, Nokia, dan T-Mobile akan mendorong inovasi dalam solusi jaringan berbasis AI.
Nvidia baru-baru ini membeli 2,9 persen saham Nokia dengan nilai mencapai 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 16,6 triliun. Langkah ini merupakan bagian dari kesepakatan strategis untuk mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan infrastruktur pusat data (data center) bersama Nokia.
Setelah kabar investasi itu diumumkan, harga saham Nokia langsung melonjak ke level tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir. Hal ini menunjukkan antusiasme pasar terhadap potensi kolaborasi antara dua perusahaan besar ini di bidang teknologi mutakhir.
Dalam kerja samanya, Nokia dan Nvidia akan menciptakan solusi jaringan berbasis AI dan berkolaborasi untuk memasukkan produk data center Nokia ke dalam infrastruktur AI Nvidia. Kerja sama ini juga ditargetkan menghasilkan produk komersial mulai tahun 2027, dengan fokus pada teknologi 5G dan kemudian 6G.
CEO Nvidia Jensen Huang menyampaikan bahwa kesepakatan ini akan mendukung posisi Amerika Serikat sebagai pusat inovasi teknologi telekomunikasi 6G. Bersama dengan Nokia dan operator T-Mobile, mereka berencana melakukan uji coba teknologi radio AI dan 6G pada tahun 2026.
Dengan kemitraan ini, Nvidia semakin memperkuat posisinya sebagai pemimpin di pasar chip AI untuk data center, sedangkan Nokia menggeser fokus bisnisnya ke pengembangan data center yang merupakan masa depan industri teknologi informasi.
Analisis Ahli
Mads Rosendal
Kemitraan ini menguntungkan Nokia karena dominasi Nvidia di pasar data center AS akan membuka peluang baru meski menggunakan chip Nvidia lebih mahal dibanding Marvell.

