Stellantis Gandeng Nvidia, Foxconn, Uber Luncurkan Robotaksi 2028
Teknologi
Robotika
29 Okt 2025
128 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Stellantis berkolaborasi dengan beberapa perusahaan besar untuk meluncurkan layanan robotaxi.
Teknologi otonom akan didukung oleh Nvidia, sementara Foxconn akan membantu integrasi sistem.
Produksi kendaraan robotaxi direncanakan akan dimulai pada tahun 2028 dengan peluncuran awal di AS.
Setelah beberapa tahun mengalami kegagalan dan berhentinya proyek mobil swakemudi yang dipimpin oleh perusahaan otomotif besar, kini gairah terhadap robotaksi mulai bangkit kembali. Hal ini ditandai dengan kolaborasi baru antara Stellantis bersama Nvidia, Foxconn, dan Uber yang berencana meluncurkan layanan robotaksi baru.
Dalam kolaborasi ini, Stellantis akan bertugas membangun kendaraan, sementara Nvidia dan Foxconn bertanggung jawab menginstal sistem swakemudi. Uber akan menjadi platform yang mengoperasikan robotaxi tersebut di pasar-pasar yang telah ditentukan. Penggunaan platform Uber memungkinkan robotaxi dapat melayani pengguna secara luas secara cepat.
Teknologi swakemudi yang digunakan akan memakai Nvidia Drive AGX Hyperion 10, sebuah arsitektur canggih dari Nvidia yang mencakup sistem operasi DriveOS. Foxconn akan membantu dalam integrasi perangkat keras dan sistem, namun masih belum jelas detail peran mereka dalam proyek tersebut.
Stellantis menyiapkan kendaraan yang siap untuk otomasi tingkat lanjut dengan beberapa platform kendaraan mereka seperti K0 Medium Size Van dan STLA Small yang didesain fleksibel agar bisa membawa banyak penumpang. Produksi robotaxi diprediksi mulai pada tahun 2028 dengan rencana awal penerapan di Amerika Serikat menggunakan 5,000 kendaraan.
Meskipun banyak kolaborasi dan kemitraan yang terdengar seperti peluang, seringkali sebenarnya hanya hubungan pemasok. Namun dengan hadirnya banyak pemain besar sekaligus, layanan robotaksi berpotensi menjadi bagian penting dari masa depan transportasi publik dan layanan ridehailing global.
Analisis Ahli
Anthony Lewandowski (Pionir teknologi self-driving)
Kolaborasi yang melibatkan perusahaan teknologi besar seperti Nvidia dan perusahaan otomotif veteran seperti Stellantis menandai perpaduan penting antara perangkat keras dan perangkat lunak yang dibutuhkan agar robotaxi bisa sukses komersial.Lior Ron (Mantan eksekutif Uber ATG)
Penggunaan platform Uber sebagai sarana distribusi robotaksi adalah langkah strategis, namun tantangan utama tetap pada aspek keamanan, regulasi, dan interoperabilitas berbagai sistem swakemudi.