Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

FCC Izinkan Pelarangan Retroaktif Produk DJI Demi Keamanan Nasional AS

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (4mo ago) cyber-security (4mo ago)
29 Okt 2025
59 dibaca
2 menit
FCC Izinkan Pelarangan Retroaktif Produk DJI Demi Keamanan Nasional AS

Rangkuman 15 Detik

FCC kini memiliki kekuatan untuk melarang produk yang sebelumnya disetujui jika dianggap risiko keamanan.
DJI berpotensi menghadapi larangan impor untuk semua produk baru di AS mulai 23 Desember.
Masyarakat dapat memberikan komentar tentang produk yang terkena dampak larangan ini.
Federal Communications Commission (FCC) di Amerika Serikat baru saja mengambil keputusan penting untuk mengizinkan pelarangan secara retroaktif terhadap produk gadget dan komponen radio yang selama ini sudah disetujui masuk ke negara tersebut. Langkah ini ditujukan untuk menutup celah keamanan, khususnya dari perusahaan yang dianggap berisiko bagi keamanan nasional, semisal produsen drone asal Tiongkok, DJI. Meskipun belum ada bukti yang dipublikasikan secara luas mengenai ancaman dari DJI, pemerintah AS ingin mencegah potensi risiko tersebut. Larangan ini mulai berlaku pada tanggal 23 Desember mendatang, yang berarti produk-produk baru DJI tidak akan bisa diimpor ke AS kecuali mendapat persetujuan eksplisit dari badan keamanan nasional yang terkait. Di sisi lain, konsumen yang telah memiliki produk DJI sebelumnya tetap diperbolehkan menggunakan perangkat tersebut tanpa diwajibkan mengganti atau mengembalikannya. Prosedur pelarangan ini juga mengharuskan FCC melakukan analisis kepentingan publik dan membuka kesempatan selama minimal 30 hari bagi masyarakat untuk memberikan komentarnya. Selain itu, DJI disebut-sebut mencoba menghindari larangan dengan membuat sejumlah perusahaan cangkang dan menyamarkan produk mereka agar tetap dapat masuk ke pasar AS. Misalnya, drone dan kamera yang memiliki frekuensi dan teknologi transmisi radio khas DJI dilacak oleh para pengamat industri. Regulasi baru FCC memberikan wewenang untuk melarang perangkat yang diduga datang dari perusahaan tersebut, meskipun menggunakan nama brand berbeda, selama ada keterlibatan desain, produksi, atau pengembangan komponen radio oleh DJI. Adam Welsh, wakil kepala kebijakan global DJI, menyatakan bahwa mereka mendukung proses investigasi dan meminta agar audit dilakukan dengan transparan dan adil agar dapat melindungi pekerjaan serta inovasi di AS. Sementara itu, seorang pengamat bernama Konrad Iturbe memantau dengan cermat dan mengumpulkan data tentang perusahaan cangkang DJI melalui registrasi FCC yang memanfaatkan frekuensi OcuSync, teknologi transmisi video unggulan DJI. Pengawasan dan regulasi ini akan mempersulit DJI untuk memasukkan produknya secara ilegal ke pasar AS. Secara keseluruhan, kebijakan baru FCC ini menunjukkan langkah tegas pemerintah AS dalam melindungi jaringan dan informasi nasional dari potensi ancaman teknologi asing, walaupun memicu perdebatan terkait bukti dan dampak terhadap pasar teknologi konsumen. Masa depan industri drone dan perangkat radio di AS akan mengalami perubahan penting, termasuk kemungkinan pembatasan yang semakin ketat terhadap perusahaan-perusahaan yang dicurigai berhubungan dengan pemerintah asing.

Analisis Ahli

Adam Welsh
Dia berharap proses audit segera dimulai agar dilakukan dengan adil dan berdasarkan bukti demi melindungi pekerjaan dan inovasi di AS.
Konrad Iturbe
Memantau secara kritis dan menyoroti penggunaan perusahaan cangkang DJI untuk menghindari pelarangan, menjadikan pelacakan komponen radio sebagai alat penting dalam proses ini.