Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

OpenAI Targetkan Peneliti AI Otomatis pada 2028 Lewat Restrukturisasi Publik

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (4mo ago) artificial-intelligence (4mo ago)
29 Okt 2025
201 dibaca
2 menit
OpenAI Targetkan Peneliti AI Otomatis pada 2028 Lewat Restrukturisasi Publik

Rangkuman 15 Detik

OpenAI sedang dalam jalur untuk menciptakan AI peneliti yang sepenuhnya otomatis dalam waktu dekat.
Reformasi perusahaan memungkinkan OpenAI untuk mengumpulkan lebih banyak dana untuk pengembangan infrastruktur AI.
Ada keyakinan bahwa sistem AI dapat mencapai superintelligence dalam waktu kurang dari satu dekade.
OpenAI terus mengembangkan teknologi pembelajaran mendalam yang semakin mampu menyelesaikan tugas-tugas rumit dengan lebih cepat dan efisien. CEO Sam Altman mengatakan jika teknologi ini semakin maju, dalam waktu dekat OpenAI bisa memiliki asisten riset AI setara magang dan peneliti AI otomatis penuh pada 2028. Pada saat yang sama, OpenAI mengubah struktur perusahaannya dari organisasi nirlaba menjadi perusahaan publik manfaat. Perubahan ini membebaskan OpenAI dari batasan-nirlaba dan membuka peluang penggalangan dana besar-besaran agar dapat mendukung pengembangan AI yang lebih cepat dan luas. Jakub Pachocki, ilmuwan utama OpenAI, menjelaskan bahwa sistem AI masa depan akan mampu menangani proyek riset besar secara mandiri, dengan menggunakan waktu dan sumber daya komputasi yang sangat besar—bahkan mencakup data center penuh—untuk menyelesaikan masalah penelitian yang kompleks dan kritis. OpenAI sangat optimis bahwa kemampuan AI akan tumbuh pesat, termasuk memperpanjang posisi waktu pemikiran model dari beberapa jam menjadi lebih lama, serta mencapai kecerdasan superintelligent yang melampaui manusia dalam banyak aspek penting. Restrukturisasi ini juga melibatkan kerja sama dengan yayasan OpenAI nirlaba yang akan memiliki pengaruh signifikan untuk memastikan arah riset dan keselamatan AI. OpenAI berencana menginvestasikan hingga 1,4 triliun dolar AS di infrastruktur, dengan kapasitas hingga 30 gigawatt, demi mendukung ambisi-ambisi inovasi sains dan teknologi dengan AI.

Analisis Ahli

Yoshua Bengio
Percepatan pengembangan AI seperti yang dilakukan OpenAI menunjukkan bahwa superintelligence mungkin akan hadir jauh lebih cepat dari yang kita bayangkan, namun pengawasan ketat diperlukan agar pengaruhnya positif di masyarakat.