AI summary
Adopsi dompet Web3 masih rendah, terutama di kalangan individu berpenghasilan lebih rendah. Usability dan kepercayaan adalah penghalang utama dalam penggunaan dompet self-custody. Desain yang lebih intuitif dan kemudahan akses dapat meningkatkan adopsi dompet Web3 di masyarakat. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa hanya 12% orang dewasa di Amerika Serikat yang menggunakan dompet self-custody Web3, yang berarti penggunaan teknologi ini masih sangat terbatas. Salah satu faktor utama adalah ketidakjelasan bagaimana dompet ini dapat berperan dalam kehidupan finansial sehari-hari bagi banyak orang. Banyak yang belum melihat manfaat langsung dari penggunaan dompet Web3, meskipun teknologi sudah tersedia.Data juga menunjukkan bahwa orang dengan penghasilan $100,000 ke atas tiga kali lebih mungkin menggunakan dompet self-custody dibanding mereka yang berpenghasilan di bawah $40,000. Hal ini menciptakan paradoks karena dompet Web3 bisa membantu meningkatkan otonomi finansial terutama bagi kelompok dengan penghasilan lebih rendah, tapi justru kelompok inilah yang paling sedikit mengadopsinya saat ini.Salah satu kendala utama adalah kemudahan penggunaan. Hanya sekitar 25% orang dewasa percaya bahwa dompet Web3 mudah dipasang dan digunakan. Banyak pengguna takut kehilangan dana karena kesalahan, dan masih ada gap antara kesiapan teknologi dengan kebutuhan psikologis pengguna yang menginginkan alat keuangan yang ‘just work’ seperti aplikasi tradisional.Selain dari sisi pengguna, masalah kepatuhan regulasi dan kebijakan crypto yang terfragmentasi juga menimbulkan tantangan dalam menciptakan pengalaman lintas batas yang mulus. Untuk membuat dompet Web3 menjadi alat keuangan sebenarnya, on-ramp dan off-ramp dana harus mudah, cepat, dan dapat diandalkan, yang diinginkan sekitar 83-90% pengguna dompet crypto.Petr Kozyakov dari Mercuryo menggarisbawahi bahwa masa depan adopsi Web3 tergantung pada bagaimana teknologi ini bisa ditampilkan sebagai solusi sederhana, aman, dan relevan untuk keseharian masyarakat umum. Jika rasa percaya dan kemudahan didapat, maka adopsi akan tumbuh secara alami dan teknologi ini bisa membantu mengurangi ketimpangan finansial di masa depan.
Teknologi Web3 menjanjikan kemandirian finansial tapi ironisnya juga berpotensi memperlebar kesenjangan sosial jika tidak dirancang inklusif. Industri harus fokus pada desain yang mudah digunakan dan edukasi agar bisa menjangkau semua lapisan masyarakat, bukan hanya kalangan elit finansial.