AI summary
Keamanan dalam cryptocurrency harus menjadi tanggung jawab industri, bukan hanya pengguna. Desain sistem perlu beradaptasi dengan risiko nyata seperti rekayasa sosial dan serangan fisik. Inovasi dalam keamanan, seperti otentikasi multifaktor, penting untuk melindungi pengguna dari ancaman yang berkembang. Seiring pertumbuhan pesat teknologi kripto, tantangan keamanan pun ikut meningkat. Sistem ‘self-custody’ yang dulu dianggap cukup kini terbukti tidak memadai karena sering terjadi serangan siber dan fisik yang merugikan pengguna.Data terbaru menunjukkan serangan phishing yang menargetkan pengguna kripto melonjak hingga 40% di awal 2025, dengan kerugian mencapai ratusan juta dolar. AI deepfake dan serangan fisik juga ikut memperparah risiko keamanan yang ada.Perusahaan kripto saat ini mulai melakukan inovasi seperti dompet split keys dan multi-wallet accounts untuk meningkatkan keamanan tanpa membebani pengguna. Namun, masih sulit menemukan keseimbangan antara keamanan dan kemudahan penggunaan.Belajar dari dunia internet konvensional sangat penting. Penggunaan autentikasi multi-lapisan, proof-of-human, dan sistem proteksi otomatis dapat diaplikasikan dalam dunia kripto untuk melindungi pengguna lebih efektif.Tantangan keamanan kripto bukan hanya masalah teknologi, tapi juga masalah sosial dan fisik. Dengan semakin besarnya aset yang diperdagangkan, industri harus bertanggung jawab penuh untuk menghadirkan sistem yang tahan terhadap berbagai risiko nyata di dunia.
Keamanan di dunia kripto harusnya dilihat sebagai tanggung jawab kolektif industri, bukan hanya pengguna. Mengabaikan realitas sosial dan fisik dalam desain kripto adalah kegagalan besar yang akan menghambat adopsi massal secara luas.