Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Penemuan Badak Purba Kutub Utara Ungkap Jejak Evolusi Baru

Sains
Iklim dan Lingkungan
News Publisher
28 Okt 2025
1416 dibaca
2 menit
Penemuan Badak Purba Kutub Utara Ungkap Jejak Evolusi Baru

TLDR

Epiaceratherium itjilik adalah spesies badak baru yang ditemukan di Arktik.
Fosil badak ini dalam kondisi sangat baik dan memberikan wawasan baru tentang evolusi badak.
Penelitian ini menunjukkan pentingnya Arktik dalam memahami diversifikasi mamalia.
Para ilmuwan menemukan fosil hampir lengkap badak purba berusia sekitar 23 juta tahun di Kawasan Kutub Utara, tepatnya di Haughton Crater, Devon Island, Kanada. Fosil ini sangat istimewa karena kondisi tulangnya terawat dengan sangat baik, sehingga memudahkan penelitian lebih mendalam.Spesies baru ini dinamakan Epiaceratherium itjilik, yang berarti 'frosty' dalam bahasa Inuktitut. Badak ini kecil dan ramping, hampir seukuran dengan badak India modern, namun unik karena tidak memiliki tanduk. Analisis gigi menunjukkan fosil ini berasal dari badak muda hingga dewasa muda.Penemuan ini merupakan bukti bahwa badak pernah hidup di Kawasan Arktik dan terkait erat dengan spesies badak purba yang pernah hidup di Eropa. Ini menambah cakupan evolusi dan penyebaran badak yang sebelumnya diketahui hanya di beberapa benua tertentu.Para ilmuwan juga merevisi model sejarah migrasi badak, yang menunjukkan bahwa badak mungkin menyebar dari Eropa ke Amerika Utara lewat Jembatan Darat Atlantik Utara lebih lama dari perkiraan sebelumnya, yakni hingga periode Miocene sekitar 5,3 juta tahun lalu.Penelitian dan penemuan ini memperkaya pemahaman ilmuwan tentang evolusi mamalia purba dan pentingnya kawasan Arktik sebagai lokasi penggalian fosil yang dapat menguak sejarah kehidupan masa lalu. Fosil ini kini disimpan di Canadian Museum of Nature.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.