Rolls-Royce Uji Mesin Kapal Pertama Berbahan Bakar Metanol Hijau
Sains
Iklim dan Lingkungan
28 Okt 2025
283 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Rolls-Royce berhasil mengembangkan mesin berkecepatan tinggi yang berjalan murni dengan metanol.
Metanol dianggap sebagai solusi berkelanjutan yang efektif untuk mengurangi emisi karbon di industri maritim.
Kemitraan dengan perusahaan lain dan lembaga penelitian adalah kunci dalam pengembangan teknologi bahan bakar alternatif.
Rolls-Royce berhasil melakukan pengujian mesin kapal pertama yang menggunakan metanol sebagai bahan bakar utamanya. Mesin ini didesain ulang khusus karena metanol memiliki sifat berbeda dibandingkan bahan bakar biasa seperti solar. Pengujian dilakukan di Jerman sebagai bagian dari sebuah proyek riset besar.
Metanol sendiri adalah cairan berwarna jernih yang tidak mudah terbakar secara spontan, sehingga membutuhkan sistem injeksi yang berbeda. Karena sifat ini, Rolls-Royce harus mengubah proses pembakaran dan sistem mesin secara keseluruhan agar metanol bisa dipakai dengan efisien dan aman.
Penggunaan metanol sebagai bahan bakar kapal banyak dianggap sebagai solusi untuk mengurangi emisi karbon di sektor pelayaran yang selama ini sangat bergantung pada bahan bakar fosil. Metanol bisa diproduksi secara hijau menggunakan listrik terbarukan, sehingga sangat ramah lingkungan.
Proyek ini didanai oleh pemerintah Jerman dan bertujuan menghasilkan mesin berkecepatan tinggi yang benar-benar netral CO2 pada akhir tahun 2025. Rolls-Royce juga sedang mengembangkan mesin dual-fuel yang bisa menggunakan metanol dan solar sebagai solusi transisi sebelum pasokan metanol hijau benar-benar meluas.
Para pemimpin Rolls-Royce percaya bahwa mesin metanol ini akan membuka era baru dalam pelayaran yang lebih bersih dan efisien. Teknologi ini sangat menguntungkan untuk kapal feri, yacht, dan kapal lepas pantai yang harus memenuhi standar lingkungan yang semakin ketat.
Analisis Ahli
Jörg Stratmann
Ini adalah terobosan dunia karena belum ada mesin berkecepatan tinggi lain di kelas performa ini yang hanya menggunakan metanol.Denise Kurtulus
Mesin metanol tunggal ini solusi menarik bagi operator kapal yang ingin mengurangi jejak karbonnya dan teknologi pendukungnya sudah ada.

