Western Union dan Zelle Adopsi Stablecoin untuk Permudah Transfer Uang Internasional
Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
28 Okt 2025
261 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Stablecoin dapat menawarkan alternatif yang lebih efisien dan murah dibandingkan dengan metode transfer uang tradisional.
Undang-undang Genius Act memberikan kejelasan regulasi yang mendorong perusahaan untuk mengadopsi teknologi crypto.
Integrasi stablecoin oleh perusahaan seperti Western Union dan Zelle menunjukkan bahwa industri pembayaran mulai beradaptasi dengan inovasi digital.
Stablecoin adalah jenis cryptocurrency yang nilainya dipatok ke mata uang fiat seperti dolar AS, dengan tujuan memudahkan transfer uang tanpa biaya tinggi dan proses yang lama. Selama ini, banyak yang percaya stablecoin bisa menggantikan jasa perusahaan pembayaran besar yang memungut biaya besar dan waktu yang lama untuk transfer uang lintas negara.
Menariknya, alih-alih dihantam, perusahaan pembayaran raksasa seperti Western Union dan Zelle malah mulai mengadopsi teknologi stablecoin. Hal ini dipicu oleh regulasi baru di AS yang dikenal sebagai Genius Act, yang memberikan aturan jelas bagaimana stablecoin harus diterbitkan dan dijaga keamanannya agar dapat dipercaya oleh khalayak.
Western Union, populer untuk transfer uang antarnegara khususnya bagi imigran, saat ini mengenakan biaya sebesar 35 sampai 50 dolar untuk transfer keluar dan sampai 16 dolar untuk transfer masuk. Waktu pemrosesan yang bisa memakan hingga lima hari dianggap terlalu lama bagi banyak pengguna.
Dengan stablecoin, proses pengiriman uang menjadi hampir instan dan biaya sangat rendah. Western Union tengah menguji coba penggunaan stablecoin dalam operasi mereka untuk mempercepat penyelesaian transaksi dan memangkas ketergantungan pada sistem perbankan lama yang rumit.
Zelle, yang dimiliki oleh pihak perbankan besar di AS, juga berniat memakai stablecoin untuk memperluas layanan transfer uang internasional, sehingga pengguna bisa menikmati kemudahan, kecepatan, dan keamanan dalam mengirim uang ke luar negeri. Ini semua menunjukkan bahwa stablecoin bukan hanya teknologi masa depan tetapi sudah mulai digunakan secara nyata.
Analisis Ahli
Caitlin Long
Dengan regulasi yang jelas seperti Genius Act, stablecoin kini dapat berfungsi sebagai jembatan antara keuangan tradisional dan digital, membuka jalan untuk inklusi keuangan yang lebih luas.Neeraj Agrawal
Adopsi stablecoin oleh pemain besar menandakan masa depan di mana aset digital bukan hanya investasi tetapi juga alat pembayaran sehari-hari yang efisien.