Ant Group Ajukan Merek ‘ANTCOIN’ di Hong Kong untuk Lindungi Inovasi Blockchain
Finansial
Mata Uang Kripto
27 Okt 2025
138 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Ant Group mengajukan merek dagang baru untuk melindungi inovasi dalam sektor aset virtual di Hong Kong.
Perusahaan mengintegrasikan stablecoin ke dalam infrastruktur pembayaran mereka melalui kemitraan dengan Circle.
Tren global menunjukkan adopsi yang semakin meningkat terhadap stablecoin oleh lembaga keuangan tradisional.
Ant Group, perusahaan keuangan digital terbesar di China, baru-baru ini mengajukan pendaftaran beberapa merek dagang yang berhubungan dengan aset virtual dan teknologi blockchain di Hong Kong, termasuk merek dagang bernama 'ANTCOIN'. Pendaftaran ini mencakup layanan seperti dompet digital, stablecoin, serta pembayaran online yang menjadi bagian penting dari teknologi keuangan baru.
Pengajuan merek dagang tersebut dilakukan sebelum pemerintah Beijing mengeluarkan perintah penangguhan terhadap proyek stablecoin oleh perusahaan besar termasuk Ant Group di Hong Kong pada Oktober 2025. Langkah pendaftaran merek ini dilihat sebagai upaya untuk menjaga nama dan produk mereka dari penyalahgunaan oleh pihak lain, terutama dalam pasar aset digital yang berisiko tinggi.
Pada Juli 2025, Ant Group juga menjalin kemitraan dengan Circle, sebuah perusahaan penerbit stablecoin USDC, untuk menjalankan pilot pembayaran lintas negara melalui jaringan Alipay+. Ini menunjukkan Ant Group semakin aktif mengintegrasikan teknologi stablecoin yang sudah diatur ke dalam sistem pembayaran mereka.
Selain itu, Ant Digital Technologies meluncurkan platform blockchain untuk mentokenisasi aset energi senilai sekitar 8 miliar dolar Amerika Serikat di China, mengikuti minat besar dari pelaku keuangan tradisional dan investasi di bidang teknologi digital. Perkembangan ini juga didorong oleh kolaborasi dan penggalangan dana dalam sektor aset digital di wilayah ini.
Sementara itu, di tingkat global, berbagai institusi keuangan tradisional juga meningkatkan adopsi stablecoin. Contohnya Jepang yang berencana menerbitkan stablecoin resmi untuk yen dan dolar AS, serta negara bagian North Dakota di Amerika Serikat yang mempersiapkan peluncuran stablecoin resmi bernama Roughrider Coin. Ini menandakan tren global untuk menggabungkan aset digital dengan sistem keuangan konvensional.
Analisis Ahli
Joshua Chu
Pengajuan merek dagang sejalan dengan praktik manajemen risiko perusahaan besar di sektor aset virtual untuk mencegah penipuan yang bisa merusak reputasi mereka.