Pengguna X Wajib Daftar Ulang Kunci Keamanan Sebelum 10 November
Teknologi
Keamanan Siber
27 Okt 2025
196 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Pengguna X perlu memperbarui kunci keamanan dan passkey mereka sebelum tanggal 10 November.
Perubahan ini tidak berkaitan dengan masalah keamanan, melainkan pemindahan domain.
Akun yang tidak diperbarui dapat terkunci atau bahkan dijual jika ditinggalkan.
X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, telah mengganti domain resminya dari Twitter.com ke X.com. Ini membawa perubahan penting terutama untuk pengguna yang menggunakan metode otentikasi dua faktor (2FA) dengan kunci keamanan fisik atau passkey. Mereka harus melakukan pendaftaran ulang kunci mereka agar sesuai dengan domain baru.
Jika pengguna tidak memperbarui metode 2FA tersebut sebelum tanggal 10 November, akun mereka akan terkunci sampai proses pendaftaran ulang selesai. Ini adalah langkah untuk memastikan akun tetap aman dan proses migrasi domain berjalan lancar tanpa gangguan akses.
Penting dicatat bahwa perubahan ini hanya berdampak pada kunci keamanan fisik dan passkey yang terdaftar di domain Twitter.com. Metode 2FA seperti aplikasi autentikator tidak terpengaruh oleh perubahan ini, sehingga pengguna bisa tetap menggunakan metode tersebut tanpa perlu pembaruan.
X mengingatkan bahwa kunci keamanan dan passkey memang terikat pada domain yang mereka daftarkan. Dengan mengganti domain ke X.com, keamanan harus disesuaikan agar tidak terjadi error otentikasi atau potensi phishing yang menggunakan domain palsu yang mirip dengan domain asli.
Perubahan ini merupakan lanjutan dari proses rebranding X, yang sudah meninggalkan mascot burung biru dan domain lama. Meskipun terdapat risiko gangguan akses, langkah ini esensial untuk memastikan keamanan dan konsistensi sistem otentikasi di platform baru.
Analisis Ahli
Brian Krebs (pakar keamanan siber)
Perubahan domain memang memerlukan migrasi alat keamanan seperti kunci fisik, tapi komunikasi dan edukasi pengguna harus sangat jelas agar tidak terjadi kehilangan akses massal yang berakibat buruk terhadap reputasi layanan.