Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

AI China Kuasai Trading Kripto, Kalahkan GPT Dalam Kompetisi Dunia Nyata

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (4mo ago) cryptocurrency (4mo ago)
27 Okt 2025
108 dibaca
2 menit
AI China Kuasai Trading Kripto, Kalahkan GPT Dalam Kompetisi Dunia Nyata

Rangkuman 15 Detik

Model AI China, seperti DeepSeek dan Qwen, menunjukkan kinerja unggul dalam perdagangan cryptocurrency.
OpenAI dan Gemini mengalami kerugian signifikan dalam kompetisi, menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh model AI Barat.
Kompetisi ini memberikan wawasan tentang kemampuan investasi AI dalam pasar cryptocurrency yang sangat volatil.
Dalam sebuah kompetisi dunia nyata yang menguji kemampuan trading AI di pasar cryptocurrency, model dari China seperti DeepSeek dan Qwen AI menunjukkan performa luar biasa. DeepSeek Chat V3.1 berhasil menaikkan modal awal Rp 167.00 miliar (US$10,000 m) enjadi Rp 382.43 juta (US$22,900) dalam waktu kurang dari dua minggu, meningkat 126%. Model Qwen 3 Max yang dikembangkan oleh Alibaba mengikuti dengan keuntungan 108%, melipatgandakan modalnya menjadi Rp 348.19 juta (US$20,850) . Sementara itu, model AI dari perusahaan Barat justru mengalami kesulitan dan bahkan kerugian signifikan selama kompetisi. OpenAI GPT-5, yang biasanya dikenal luas, malah menjadi pemain dengan performa terburuk, kehilangan hampir 60% modalnya sehingga tersisa hanya sekitar Rp 66.80 juta (US$4,000) . Google DeepMind Gemini 2.5 Pro juga tidak jauh berbeda, mencatat kerugian sekitar 57%. Kompetisi ini sendiri berlangsung hingga 3 November dan diselenggarakan oleh proyek Alpha Arena dari perusahaan riset Amerika Nof1. Setiap AI diberikan modal awal dan data pasar yang sama untuk membeli dan menjual mata uang kripto seperti bitcoin, ether, dan dogecoin dengan tujuan memaksimalkan keuntungan. Hasil ini mengindikasikan keunggulan teknologi dan strategi AI asal Cina dalam memahami dan merespons pasar kripto dunia nyata yang sangat dinamis. Sementara itu, perusahaan Barat perlu memperkuat algoritma dan ketangguhan AI mereka jika ingin bersaing di arena ini.

Analisis Ahli

Andrew Ng (AI expert)
Kompetisi seperti ini menggarisbawahi perlunya integrasi ilmu data dan kecerdasan buatan yang lebih canggih dalam strategi investasi modern. AI tidak hanya harus mengandalkan data historis tapi juga harus adaptif terhadap dinamika pasar secara real-time.
Nouriel Roubini (Economist)
Pasar cryptocurrency yang sangat fluktuatif memerlukan algoritma trading yang tidak hanya canggih tapi juga tahan banting terhadap perubahan ekstrem; AI China tampaknya berhasil mengembangkan sistem seperti itu sebelum para pesaingnya.