Prediksi Baru: Kehidupan di Bumi Musnah 1 Miliar Tahun Karena Kekurangan Oksigen
Sains
Iklim dan Lingkungan
27 Okt 2025
199 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kehidupan di Bumi mungkin akan punah dalam 1 miliar tahun ke depan.
Perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia berkontribusi pada pemanasan global.
Simulasi ilmiah menunjukkan bahwa oksigen akan habis sebelum Bumi hancur.
Tim peneliti dari Jepang melakukan simulasi menggunakan superkomputer dan model planet NASA untuk melihat bagaimana kehidupan di Bumi akan berakhir. Mereka fokus pada pengaruh Matahari yang semakin panas dan siklus bahan kimia penting seperti karbon dan oksigen untuk kehidupan.
Simulasi yang dilakukan sebanyak 400.000 kali menunjukkan bahwa Matahari yang makin tua akan menghangatkan Bumi sampai semua air menguap. Air yang menghilang ini membuat siklus karbon terganggu sehingga tanaman tidak dapat melakukan fotosintesis dengan baik.
Karena tumbuhan mulai punah, produksi oksigen menurun hingga berhenti total. Ini menyebabkan atmosfer Bumi lebih banyak mengandung metana, gas yang tidak bisa mendukung kehidupan yang ada saat ini, sehingga kehidupan di Bumi punah lebih cepat dari prediksi lama.
Para ilmuwan sebelumnya memprediksi makhluk hidup dapat bertahan hingga 2 miliar tahun ke depan, namun hasil simulasi terbaru memperkirakan hanya sekitar 1 miliar tahun lagi. Manusia juga diperkirakan akan punah lebih dulu akibat radiasi Matahari yang makin kuat dan kerusakan lingkungan.
Tanda awal perubahan ini sudah mulai terlihat melalui peningkatan aktivitas Matahari yang mengganggu medan magnet Bumi dan semakin menurunnya kadar oksigen di atmosfer. Selain itu, pemanasan global yang disebabkan manusia mempercepat perubahan iklim yang berbahaya bagi masa depan kehidupan.
Analisis Ahli
Kazumi Ozaki
Simulasi baru kami menggunakan superkomputer mengindikasikan kehidupan di Bumi akan berakhir jauh lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya, yakni hanya dalam 1 miliar tahun ke depan.

