Penurunan Pelanggan Spectrum karena Cord-Cutting, PHK dan Merger Jadi Strategi
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
24 Okt 2025
24 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Spectrum mengalami penurunan jumlah pelanggan kabel dan internet akibat tren pemotongan kabel.
Perusahaan berencana melakukan pemutusan hubungan kerja untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Industri telekomunikasi secara keseluruhan sedang menghadapi tantangan serupa dengan banyak perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja.
Spectrum, yang juga dikenal sebagai Charter Communications, menghadapi penurunan signifikan dalam jumlah pelanggannya selama beberapa tahun terakhir. Hal ini karena tren cord-cutting, di mana banyak konsumen membatalkan layanan kabel mereka dan beralih ke platform streaming yang lebih murah dan mudah diakses, semakin populer sejak tahun 2010. Survei menunjukkan bahwa sebagian besar orang Amerika kini lebih memilih streaming daripada TV kabel.
Selama kuartal kedua tahun ini, Spectrum kehilangan 80.000 pelanggan TV kabel dan 117.000 pelanggan internet. Penurunan pelanggan kabel sekitar 5% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara kehilangan pelanggan internet meningkat hingga hampir 6%. Banyak konsumen berpindah ke layanan internet 5G yang ditawarkan oleh operator seperti T-Mobile dan AT&T.
Sebagai respons terhadap penurunan ini, Spectrum berencana memberhentikan 1.200 karyawan, terutama di bagian korporat dan back-office, untuk memperbaiki efisiensi operasional. Meskipun begitu, mereka berjanji untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan dengan investasi dalam pelatihan karyawan dan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Industri telekomunikasi secara luas juga mengalami tekanan serupa dengan perusahaan lain seperti Comcast, Paramount, Disney, dan Warner Bros yang melakukan pemutusan hubungan kerja besar-besaran. Ini mencerminkan tren yang lebih besar di sektor teknologi dan media yang terus bertransformasi di tengah perubahan perilaku pelanggan dan kemajuan teknologi.
Spectrum juga tengah bernegosiasi untuk merger dengan Cox Communications dalam kesepakatan senilai 21,9 miliar dolar Amerika yang diharapkan rampung pada pertengahan 2026. Merger ini berpotensi menyebabkan pengurangan tenaga kerja lebih lanjut dan mendukung langkah perusahaan menyesuaikan diri dengan masa depan industri telekomunikasi yang semakin kompetitif.
Analisis Ahli
Kara Dennison
Ada dorongan menuju tenaga kerja yang lebih ramping dan siap teknologi dimana efisiensi biaya dan kelincahan lebih dihargai daripada senioritas atau jalur karir tradisional, menuntut reskilling terutama di AI dan teknologi baru.Chris Winfrey
Investasi pada karyawan melalui pelatihan, karir mandiri, dan teknologi AI telah meningkatkan pelayanan pelanggan secara signifikan dan harus menjadi fokus utama agar bisa bertahan di pasar yang berubah cepat.