Inovasi Ubah Limbah Baterai EV Jadi Pupuk untuk Dukung Pertanian
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
24 Okt 2025
8 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Metode baru dapat mengurangi limbah baterai EV dengan mengubahnya menjadi pupuk.
Pupuk yang dihasilkan memiliki potensi untuk mendukung pertanian lokal dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Proyek ini menciptakan peluang ekonomi melalui daur ulang baterai.
Para peneliti di Amerika Serikat telah mengembangkan sebuah metode yang dapat mengubah baterai kendaraan listrik (EV) bekas menjadi pupuk. Metode ini menggunakan proses tukar ion yang menggantikan litium dalam bahan baterai lithium iron phosphate (LFP) dengan kalium.
Setelah mengganti litium, elemen yang tersisa seperti fosfor, kalium, dan nitrogen dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pupuk. Ketiga unsur ini sangat penting untuk pertanian karena membantu meningkatkan hasil panen.
Metode daur ulang ini memberikan solusi baru yang lebih murah dan ramah lingkungan dibandingkan cara konvensional yang memerlukan biaya tinggi dan memiliki nilai pemulihan bahan yang rendah. Pendekatan ini juga membantu mengurangi limbah baterai yang akan semakin banyak karena kendaraan EV yang telah beroperasi sekitar 10 tahun.
Selain mengurangi limbah dan mendukung pertanian, metode ini juga dapat mengurangi ketergantungan bahan pupuk impor dan biaya energi yang biasanya dibutuhkan untuk menambang dan mengangkut bahan bahan baku pupuk. Hal ini tentu mendukung keberlanjutan dan perekonomian lokal.
Tim peneliti kini berencana memproduksi pupuk dalam jumlah besar untuk melakukan uji coba pada tanaman tomat di lahan seluas satu hektar. Hasil dari uji coba ini akan digunakan untuk memasarkan produk ke perusahaan pupuk besar dan mendukung penerapan skala industri.
Analisis Ahli
Deyang Qu
Metode ini menawarkan solusi yang ekonomis dan ramah lingkungan, mengatasi tantangan besar dalam pengelolaan limbah baterai EV sekaligus mendukung ketahanan pangan.

