Hukum Baru Alam Sebut Kompleksitas Hidup Meningkat, Menjawab Paradoks Fermi
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
08 Jun 2025
9 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kompleksitas dan kehidupan mungkin meningkat seiring waktu sebagai bagian dari hukum alam yang baru.
Evolusi memiliki konteks yang lebih luas dan dapat mencakup sistem non-hidup.
Kehidupan cerdas dan kompleks mungkin tidak begitu langka di alam semesta seperti yang diperkirakan sebelumnya.
Dalam diskusi tentang kemungkinan kehidupan alien cerdas, paradoks Fermi bertanya mengapa kita belum menemukan peradaban tersebut, padahal secara teori mereka sudah bisa berkembang di alam semesta. Banyak jawaban dikemukakan, termasuk bahwa kehidupan cerdas sangat langka atau peradaban alien sering hancur sendiri sebelum bisa menjelajah bintang. Namun, penelitian terbaru mengajukan hukum alam baru yang menyatakan kompleksitas sistem secara umum meningkat seiring waktu, yang menunjukkan kegagalan pandangan bahwa kita adalah pengecualian langka.
Peneliti seperti Robert Hazen dan Michael Wong mengembangkan konsep informasi fungsional yang mengukur bagaimana sebuah entitas kompleks dapat menjalankan fungsi tertentu dan bagaimana evolusi mendorong peningkatan informasi ini. Konsep ini tidak hanya relevan untuk kehidupan biologis, tapi juga mineral, unsur kimia, dan sistem non-biologis lainnya, menunjukkan evolusi yang lebih universal dalam kompleksitas materi.
Para ahli juga menemukan bahwa perkembangan kompleksitas tidak selalu bertahap, melainkan sering terjadi lonjakan evolusi yang tajam, mirip dengan fenomena transisi fase dalam fisika, contohnya kemunculan organisme eukariotik, multicellular, dan sistem saraf pusat. Evolusi menghasilkan kemungkinan-kemungkinan baru yang tidak dapat diprediksi, sehingga masa depan kehidupan selalu terbuka dan penuh kejutan.
Meski konsep ini memunculkan kritik tentang sulitnya mengukur informasi fungsional secara praktis, beberapa peneliti menganggapnya memberikan kerangka kerja konseptual yang kuat untuk memahami evolusi kehidupan dan kompleksitas kosmik. Konsep ini juga mempunyai potensi aplikasi pada bidang astrobiologi, onkologi, dan ilmu bahasa, serta mampu menghadirkan perspektif baru dalam pencarian kehidupan di luar bumi.
Kesimpulan utamanya adalah bahwa informasi fungsional mungkin merupakan salah satu parameter fundamental alam semesta seperti massa dan energi, dan evolusi kehidupan mengikuti hukum baru yang menuntun peningkatan kompleksitas. Jika ini benar, kehidupan cerdas mungkin jauh lebih umum di alam semesta daripada yang diperkirakan sebelumnya, menawarkan harapan baru bagi pencarian kehidupan luar bumi.



