TLDR
Wyze Battery Video Doorbell menawarkan solusi tanpa kabel yang mudah dipasang. Meskipun resolusinya sedikit lebih rendah, sudut pandangnya lebih luas untuk pemantauan yang lebih baik. Keamanan produk menjadi perhatian utama bagi Wyze, terutama setelah insiden sebelumnya. Wyze baru saja mengumumkan produk terbarunya, Wyze Battery Video Doorbell, sebuah kamera bel pintu yang dilengkapi baterai isi ulang. Dengan baterai ini, perangkat dapat dipasang tanpa kabel listrik, memudahkan instalasi terutama di rumah yang tidak memiliki akses kabel di pintu depan. Meskipun ada opsi sambungan listrik, baterai menawarkan keleluasaan bagi pengguna.Harga untuk Wyze Battery Video Doorbell ini adalah 65,98 USD dan bisa langsung dibeli melalui toko online resmi Wyze. Produk ini merupakan versi terbaru yang dibangun dari model Video Doorbell v2 yang hanya mendukung sambungan kabel, dan kini model lama tersebut tetap tersedia dengan harga lebih murah jika dibundel dengan perangkat chime nirkabel.Dari sisi kualitas, kamera baru ini menawarkan resolusi 1536 x 1536 dengan sudut pandang 150 derajat pada arah horizontal dan vertikal, yang memungkinkannya melihat keseluruhan tubuh seseorang dari kepala sampai kaki dengan detail cukup baik. Ini memberikan cakupan yang lebih luas dibanding model sebelumnya dan cocok untuk memantau paket yang diletakkan di depan pintu.Daya tahan baterai dapat bertahan hingga enam bulan dalam kondisi pemakaian normal, walaupun hal ini tergantung pada frekuensi aktivitas yang terdeteksi di sekitar kamera. Wyze menyediakan penyimpanan lokal menggunakan microSD hingga 256GB, serta opsi cloud berbayar jika pengguna ingin fitur tambahan seperti deteksi kecerdasan buatan yang memisahkan orang dan paket.Selain fitur pemantauan standar, kamera ini juga mendukung fungsi dua arah untuk berbicara langsung dengan pengunjung dan ada fitur peringatan suara otomatis yang memberi tahu orang bahwa mereka sedang direkam. Namun, Wyze harus terus meningkatkan keamanan produknya karena pernah terjadi pelanggaran privasi yang menyebabkan video pengguna bocor ke pihak lain.