Tesla Tarik Ribuan Mobil Model 3 dan Model Y Karena Masalah Baterai Berbahaya
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
23 Okt 2025
168 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Tesla menarik kembali lebih dari 13.000 unit Model 3 dan Model Y akibat masalah baterai.
NHTSA mengidentifikasi bahwa masalah baterai dapat menyebabkan kehilangan tenaga secara tiba-tiba.
Meskipun adanya masalah, tidak ada laporan kecelakaan atau cedera terkait cacat tersebut.
Tesla menghadapi masalah keselamatan serius yang berkaitan dengan baterai mobil listrik mereka. Masalah ini dapat menyebabkan mobil kehilangan tenaga secara tiba-tiba ketika sedang digunakan, sehingga berpotensi membahayakan pengemudi dan penumpang.
Akibat masalah ini, Tesla memutuskan untuk menarik lebih dari 13.000 unit mobil Model 3 dan Model Y yang diproduksi antara Maret hingga Agustus 2025. Penarikan ini dilaporkan ke lembaga keselamatan lalu lintas Amerika Serikat, NHTSA.
NHTSA menemukan bahwa penyebab masalah berasal dari bagian kontaktor baterai yang koneksinya bisa terputus secara tiba-tiba karena adanya gangguan pada terminasi koil. Meski ada klaim atas kerusakan ini, belum ada laporan kecelakaan atau cedera akibat masalah tersebut.
Berbeda dengan recall sebelumnya yang biasanya diselesaikan melalui pembaruan software, kali ini pengemudi harus membawa mobil mereka ke pusat layanan dan mendapatkan penggantian kontaktor secara fisik tanpa biaya. Ini adalah sebuah langkah yang lebih kompleks dan membutuhkan tindakan langsung.
Kasus ini bukan yang pertama kali Tesla mengalami recall besar-besaran, termasuk efek skandal pada Cybertruck dan masalah pedal akselerator. Penarikan ini datang bersamaan dengan meningkatnya pengawasan pemerintah AS terhadap Tesla, terutama terkait teknologi Full Self-Driving mereka.
Analisis Ahli
Ahmad Fauzi, Insinyur Otomotif
Sistem elektrik dan baterai mobil listrik memang kompleks, jadi masalah pada kontaktor adalah hal yang serius tapi bukan tidak bisa diperbaiki. Penarikan secara fisik untuk perbaikan adalah langkah tepat agar tidak ada risiko lebih besar di lapangan.
