Paxos Cetak Rp4.500 Kuadriliun Stablecoin PayPal, Tunjukkan Transparansi Blockchain
Finansial
Mata Uang Kripto
23 Okt 2025
137 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Insiden pencetakan stablecoin menunjukkan pentingnya keamanan dan proses yang tepat dalam blockchain.
Transparansi blockchain dapat membantu mengidentifikasi kesalahan dengan cepat.
Regulasi yang tepat diperlukan untuk memastikan pengelolaan yang baik dalam industri stablecoin.
Paxos, perusahaan yang menciptakan stablecoin PayPal, mengalami kesalahan besar dengan secara tidak sengaja mencetak token senilai 300 triliun dolar di jaringan Ethereum. Kesalahan ini terjadi karena kelalaian manual saat proses pencetakan token, namun token tersebut segera dikirim ke alamat yang tidak dapat diakses sehingga tidak menimbulkan kerugian nyata.
Charles Cascarilla, CEO Paxos, mengatakan bahwa kesalahan ini menunjukkan bagaimana transparansi blockchain memungkinkan semua pihak untuk langsung melihat apa yang terjadi. Ia juga menjelaskan bahwa proses pencetakan token biasanya dilakukan dengan prosedur manual yang ketat untuk keamanan tinggi, namun penggunaan proses ini sangat jarang sehingga memungkinkan terjadinya kesalahan.
Insiden ini terjadi di tengah usaha Paxos untuk mendapatkan charter bank nasional dari regulator AS yang dapat memberikan pengawasan federal lebih kuat. Perusahaan lain seperti Circle dan Ripple juga sedang dalam proses yang sama. Dengan charter ini, Paxos berharap dapat meningkatkan standar keamanan dan kepercayaan pengguna stablecoin.
Para ahli seperti Daniel Liu mengapresiasi kemampuan blockchain dalam menyediakan transparansi sehingga kesalahan semacam ini dapat dideteksi dengan cepat dan tidak disembunyikan. Meski reputasi Paxos sempat terguncang, insiden ini tidak menyebabkan kerugian nyata dan diyakini hanya berdampak jangka pendek.
Meskipun teknologi blockchain sangat transparan, tetap diperlukan sistem keamanan yang lebih kokoh untuk mengurangi risiko kesalahan manusia dan menjaga stabilitas pasar stablecoin. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa crypto juga membutuhkan pengawasan dan prosedur yang ketat layaknya sistem keuangan tradisional.
Analisis Ahli
Daniel Liu
Transparansi blockchain memudahkan deteksi kesalahan segera dan cepat menginformasikan pihak terkait, jauh lebih baik dibandingkan penanganan masalah secara tertutup di perusahaan.Corbin Fraser
Kesalahan ini terkesan dasar, seperti lupa menggunakan kalkulator konversi dari ETH ke gwei, menunjukkan perlunya peningkatan otomatisasi dalam proses operasional.