AI summary
Bitcoin dianggap sebagai solusi untuk masalah moneter dan inflasi. Kelemahan emas terletak pada kemampuannya untuk menyesuaikan pasokan, yang mengurangi kelangkaannya. Mallers berpendapat bahwa Bitcoin dapat memberikan kebebasan dalam menyimpan kekayaan di luar kendali pemerintah. Jack Mallers, CEO Strike, kembali menegaskan bahwa Bitcoin adalah bentuk uang yang lebih unggul dibandingkan emas. Menurutnya, keunggulan utama Bitcoin terletak pada kelangkaan yang bersifat tetap, berbeda dengan emas yang pasokannya dapat diperluas melalui teknologi dan inovasi manusia.Dalam sebuah unggahan di platform X, Mallers mengkritik upaya penambahan pasokan emas oleh BRICS dan menyindir kemampuan manusia, seperti Elon Musk yang bisa saja menambang emas dari Mars. Ia berpendapat bahwa tidak ada gunanya mempertaruhkan nilai kekayaan pada sesuatu yang bisa ditambah pasokannya.Harga emas saat itu sedang menurun tajam, mengalami dua hari berturut-turut penurunan terbesar sejak 2013. Di sisi lain, pasar kripto juga sedang berjuang untuk bangkit kembali setelah ancaman tarif dari Presiden Donald Trump terhadap barang China memicu penurunan harga Bitcoin dan mata uang kripto lainnya.Mallers mengajak investor untuk memilih antara menyimpan kekayaan pada aset yang dikontrol oleh pemerintah dan bank sentral seperti emas, atau memegang kunci privat mereka sendiri melalui Bitcoin. Ia percaya bahwa Bitcoin akan mengalahkan emas dalam hal performa dan nilai jangka panjang.Selain itu, Mallers juga menghubungkan masalah keterjangkauan rumah di Amerika Serikat dengan konsep 'uang rusak'. Ia berpendapat Bitcoin bisa menjadi solusi untuk meredam kenaikan harga rumah yang kini lebih berperan sebagai alat investasi ketimbang tempat tinggal, sehingga mendorong harga rumah menjadi lebih terjangkau.
Pendapat Mallers sangat relevan mengingat kemajuan teknologi memang memungkinkan eksplorasi sumber daya baru, yang melemahkan status emas sebagai 'emas langka'. Namun, pemerintah dan regulasi juga akan sangat menentukan adopsi Bitcoin ke depannya, sehingga investor perlu tetap waspada terhadap dinamika kebijakan global.