AI summary
Minting Tether dan Circle menunjukkan permintaan yang meningkat untuk aset yang dipatok pada dolar. Rasio stablecoin di Binance yang terendah dalam dua tahun dapat menjadi indikator akumulasi sebelum lonjakan harga Bitcoin. Adopsi stablecoin di negara berkembang menunjukkan potensi pertumbuhan pasar di masa mendatang. Tether dan Circle telah menerbitkan stablecoin senilai 7 miliar dolar AS sejak harga Bitcoin melonjak di atas angka 108.000 dolar. Data ini diperoleh dari analisis rantai blockchain oleh Lookonchain dan menunjukkan peningkatan permintaan untuk aset yang terikat nilai dolar. Meskipun ada tekanan di pasar, stablecoin semakin diminati sebagai alternatif likuiditas.Rasio stablecoin terhadap Bitcoin di platform Binance turun menjadi 0,8149, angka terendah dalam dua tahun terakhir. Rasio ini mengukur perbandingan cadangan Bitcoin dengan stablecoin yang didenominasikan dolar seperti USDT dan USDC, dan penurunannya berarti para trader menyimpan dana likuid sambil mempersiapkan peluang beli baru di pasar Bitcoin.Tether kini mengklaim telah mencapai 500 juta pengguna, yang diyakini adalah individu nyata, bukan hanya jumlah dompet digital saja. Pertumbuhan pengguna ini sangat signifikan, terutama di negara-negara berkembang seperti Kenya, di mana masyarakat memanfaatkan USDT untuk melindungi nilai dari inflasi dan depresiasi mata uang lokal.Menurut data CoinMarketCap, Tether menguasai pasar stablecoin dengan kapitalisasi sebesar 182 miliar dolar, atau 58,4% pangsa pasar, disusul oleh Circle dengan USDC sebesar 76 miliar dolar. Citi memperkirakan nilai pasar stablecoin akan tumbuh pesat hingga mencapai 1,9 triliun dolar pada tahun 2030, menandakan peran penting stablecoin di masa depan sektor keuangan digital.Analis memperkirakan dengan rasio stablecoin yang rendah dan harga Bitcoin yang stabil di kisaran antara 108.000 hingga 110.000 dolar, Bitcoin berpotensi mengalami ledakan harga selanjutnya. Kondisi ini mirip dengan fase akumulasi pasar yang terjadi pada 2023 dan 2024, yang sering menjadi sinyal awal kenaikan harga jangka panjang.
Penerbitan besar stablecoin saat harga Bitcoin tinggi menunjukkan bahwa investor sudah bersiap untuk mengakumulasi aset saat harga melandai atau menstabilkan. Hal ini mengindikasikan bahwa pasar kripto memasuki fase konsolidasi sebelum lonjakan harga yang signifikan, dan faktor adopsi di negara berkembang menjadi pendorong fundamental kuat di pasar ini.