Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pemanasan Global Hadirkan Nyamuk Pertama di Islandia, Negara Bebas Nyamuk

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (5mo ago) climate-and-environment (5mo ago)
22 Okt 2025
252 dibaca
2 menit
Pemanasan Global Hadirkan Nyamuk Pertama di Islandia, Negara Bebas Nyamuk

Rangkuman 15 Detik

Nyamuk pertama kali ditemukan di Islandia, menandakan perubahan iklim yang signifikan.
Pemanasan global berkontribusi terhadap kemunculan spesies baru seperti nyamuk di wilayah yang sebelumnya bebas dari mereka.
Culiseta annulata adalah spesies nyamuk yang tahan terhadap suhu dingin dan dapat bertahan hidup di musim dingin.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, nyamuk ditemukan di Islandia, negara yang selama ini dikenal bebas dari serangga penghisap darah. Penemuan ini membuat banyak pihak terkejut karena kondisi iklim Islandia yang dingin selama ini tidak memungkinkan nyamuk bertahan hidup. Björn Hjaltason adalah orang pertama yang melihat dan menangkap nyamuk tersebut pada 16 Oktober 2025. Temuan ini kemudian dibagikan melalui grup Facebook dan dikirimkan ke institut ilmu pengetahuan untuk memastikan identitas spesies nyamuk tersebut. Para ilmuwan mengonfirmasi bahwa nyamuk yang ditemukan adalah spesies Culiseta annulata yang dikenal tahan terhadap suhu dingin dan dapat sembunyi di ruang bawah tanah selama musim dingin. Namun, kehadiran mereka di Islandia dianggap akibat langsung dari pemanasan global. Suhu di Islandia meningkat empat kali lebih cepat dibandingkan rata-rata wilayah belahan bumi utara, yang menyebabkan perubahan kondisi lingkungan dan memperbolehkan spesies nyamuk berburu dan berkembang biak di sana. Fenomena ini mirip dengan kejadian yang terjadi di berbagai wilayah dunia lainnya. Di berbagai tempat lain, seperti Inggris, ditemukan nyamuk invasif yang dapat membawa penyakit berbahaya seperti demam berdarah dan virus Zika. Hal ini menggarisbawahi pentingnya perhatian terhadap dampak perubahan iklim yang tidak hanya mempengaruhi suhu tapi juga potensi munculnya penyakit baru.

Analisis Ahli

Matthías Alfreðsson
Temuan nyamuk Culiseta annulata di Islandia membuktikan bahwa kenaikan suhu secara signifikan membuka peluang hidup bagi spesies yang sebelumnya tidak mampu bertahan di iklim dingin seperti Islandia.