AI summary
WIFI menggandeng mitra penyedia infrastruktur untuk menggelar layanan internet murah tanpa membangun tower baru. Frekuensi 1,4 GHz yang digunakan dalam proyek ini masih dalam tahap pengembangan ekosistem global. WIFI memiliki rencana cadangan dengan beberapa mitra untuk memastikan distribusi layanan yang efektif. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) meluncurkan proyek internet murah dengan kecepatan 100 Mbps yang dapat diperoleh hanya dengan biaya langganan Rp100 ribu per bulan. Proyek ini bertujuan menjangkau lebih banyak masyarakat terutama di Pulau Jawa, Papua, dan Maluku agar mendapatkan layanan internet berkualitas dengan harga terjangkau.Untuk mempercepat layanan, WIFI tidak membangun menara baru, melainkan bekerja sama dengan penyedia menara telekomunikasi seperti Tower Bersama Group dan Sentra Tama yang memiliki sekitar 50 ribu menara yang bisa digunakan untuk penggelaran jaringan fixed wireless access (FWA).Pulau Jawa menjadi fokus utama karena di sana terdapat sekitar 61% dari populasi Indonesia atau sekitar 45 juta potensi pelanggan. Jika diperlukan, WIFI juga akan berkolaborasi dengan Mitratel dan Providenindo untuk memperluas cakupan jaringan menara.Proyek WIFI menggunakan frekuensi 1,4 GHz yang tergolong baru dan belum memiliki ekosistem teknologi yang matang di dunia. Karena itu, WIFI menggandeng berbagai mitra teknologi internasional seperti Oreksai, Nokia, Huawei, dan perusahaan semikonduktor untuk bersama-sama mengembangkan ekosistem frekuensi ini.Kolaborasi ini diharapkan bisa mempercepat penyebaran internet murah yang cepat dan andal di Indonesia, mengatasi keterbatasan infrastruktur, dan mendorong peningkatan akses digital secara merata ke seluruh wilayah, khususnya yang selama ini kurang terlayani.
Pemanfaatan infrastruktur tower yang sudah ada merupakan langkah cerdas dan efisien dari WIFI untuk menghindari biaya tinggi dan waktu pembangunan yang lama, sekaligus mengoptimalkan jaringan yang sudah tersebar luas. Namun, tantangan terbesar ada pada pengembangan ekosistem frekuensi 1,4 GHz yang masih baru, sehingga kolaborasi dengan berbagai mitra teknologi harus dijalankan secara intensif agar layanan bisa bersaing dan berkelanjutan.