YouTube Luncurkan Teknologi Deteksi Likeness untuk Lindungi Kreator dari AI
Teknologi
Kecerdasan Buatan
21 Okt 2025
100 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
YouTube telah meluncurkan teknologi deteksi kemiripan untuk melindungi kreator dari penyalahgunaan AI.
Kreator dapat menghapus konten yang menggunakan kemiripan mereka tanpa izin.
YouTube mendukung undang-undang NO FAKES ACT untuk melindungi individu dari penggunaan gambar dan suara yang tidak sah.
YouTube baru saja merilis teknologi terbaru yang memungkinkan para kreator dalam program mitra untuk mendeteksi dan mengelola konten buatan AI yang meniru wajah dan suara mereka. Ini adalah upaya YouTube dalam melindungi kreator dari penyalahgunaan identitas digital yang semakin marak di platformnya.
Teknologi ini dapat mengenali ketika AI menggunakan likeness kreator tanpa izin mereka, seperti mempromosikan produk yang tidak mereka dukung atau menyebarkan informasi palsu. Contoh nyata kasus penyalahgunaan ialah sebuah perusahaan bernama Elecrow yang menggunakan suara tiruan kreator Jeff Geerling untuk promosi tanpa izin.
Para kreator yang mendapatkan akses ke teknologi ini harus melalui proses verifikasi identitas dengan mengunggah foto KTP dan melakukan selfie video melalui pemindai QR code. Setelah terverifikasi, mereka bisa melihat video mana saja yang menggunakan likeness mereka dan bisa meminta penghapusan atau mengarsipkan video tersebut.
Selain teknologi, YouTube juga memberikan dukungan pada legislasi NO FAKES ACT yang bertujuan menangani penyebaran konten AI palsu yang bisa menimbulkan kerugian dan kebingungan, terutama mengenai identitas dan reputasi seseorang di dunia digital.
Dengan teknologi deteksi likeness ini, YouTube berharap bisa melindungi para kreator dan meminimalkan penyebaran hoaks serta konten palsu yang merugikan. Langkah ini juga menjadi awal dari pengembangan sistem keamanan yang lebih maju dan terpercaya untuk masa depan konten digital.
Analisis Ahli
Jaron Lanier
Teknologi deteksi likeness adalah alat krusial untuk menjaga integritas digital dan hak identitas individu di era AI yang semakin maju. Namun, privasi dan keamanan data selama proses verifikasi harus menjadi prioritas utama agar tidak menghadirkan risiko baru.Kate Crawford
Inovasi ini menandai langkah penting dalam regulasi dan etika penggunaan AI, tetapi harus diikuti dengan kebijakan komprehensif yang memastikan transparansi dan akuntabilitas di semua lapisan teknologi.