Sindikat Pencurian Lego di AS: Keuntungan Besar dari Barang Koleksi Langka
Teknologi
Keamanan Siber
21 Okt 2025
230 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Pencurian Lego menjadi masalah serius di AS dengan sindikat yang terorganisir.
Robert Lopez adalah contoh pelaku yang memanfaatkan nilai tinggi dari barang koleksi Lego.
Pencurian barang kecil seperti Lego sulit dilacak dan menarik minat pencuri karena permintaan tinggi.
Kasus pencurian besar-besaran set Lego terjadi di Amerika Serikat, dengan tangkapan Robert Lopez yang memiliki Lego curian senilai lebih dari 6,000 dolar AS. Lopez merupakan bagian dari sindikat pencuri yang mengatur pencurian dan penjualan kembali Lego dengan harga yang sangat tinggi.
Modus operandi sindikat ini adalah mencuri set Lego mahal lalu menjualnya kembali dengan harga berkali-kali lipat melalui berbagai jalur, termasuk pasar online dan jaringan informal. Hal ini sangat menguntungkan karena permintaan pasar yang tinggi serta nilai koleksi yang terus meningkat.
Polisi menemukan 100 figur mini Lego yang dirakit di garasi tersangka dan berbagai set Lego yang belum dibuka. Penyelidikan masih berlangsung untuk mengidentifikasi pihak-pihak lain yang terlibat serta menemukan tempat pengecer yang menjual barang curian tersebut.
Kasus ini bukan yang pertama; pada tahun sebelumnya, Bricks & Minifigs, sebuah toko Lego di AS, juga mengalami kerugian besar akibat pencurian senilai 100,000 dolar AS. Pencurian Lego dianggap menarik karena ukuran barang yang kecil, memudahkan penyembunyian, dan sulit dilacak.
Menurut pakar brickLAB, harga Lego bisa naik hingga 10 persen setiap tahun, menjadikannya barang koleksi seperti kartu bisbol atau karya seni. Oleh karena itu, pencurian Lego dipandang sebagai kejahatan yang menguntungkan dan sering menjadi incaran sindikat kriminal.
Analisis Ahli
Will Jensen
Harga Lego naik secara signifikan hingga 10% per tahun karena permintaan kolektor yang terus meningkat, menjadikannya barang koleksi setara kartu bisbol atau karya seni.

