Masa Depan Ripple dan XRP: Antara Mimpi Besar dan Realitas Bisnis
Finansial
Mata Uang Kripto
20 Okt 2025
290 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Ripple berusaha untuk memperluas pengaruhnya di sektor keuangan dengan mengakuisisi perusahaan lain.
Meskipun XRP populer, tujuan dan kegunaannya masih diperdebatkan.
Brad Garlinghouse memainkan peran penting dalam upaya Ripple untuk menarik minat institusi keuangan.
Ripple adalah perusahaan yang sudah ada lebih dari sepuluh tahun dan dikenal karena mengeluarkan sejumlah besar token kripto yang disebut XRP. Berbeda dengan Bitcoin yang memiliki penambangan, XRP langsung dibuat sekaligus sebanyak 100 miliar token. Meskipun manfaat XRP masih diperdebatkan, banyak orang membeli token ini, membuat Ripple makin kaya.
Perusahaan ini sejak awal mencoba memperkenalkan XRP ke sektor perbankan dan keuangan. CEO Ripple, Brad Garlinghouse, pernah berhasil meyakinkan beberapa bank untuk menguji coba XRP sebagai sistem pengiriman uang yang cepat. Namun, bank-bank tersebut akhirnya khawatir tergantung sekali pada teknologi Ripple.
Seiring waktu, gagasan XRP sebagai 'mata uang perantara' dalam transfer uang mulai digalakkan, tapi munculnya stablecoin membuat peran XRP semakin dipertanyakan. Ripple pun mulai membeli sejumlah perusahaan lain termasuk GTreasury untuk memperluas layanan dan menarik perusahaan tradisional yang ingin masuk ke dunia kripto.
Sementara itu, komunitas pendukung XRP yang dikenal sebagai 'XRP Army' sangat antusias dan terus mendorong harga token ke atas. Ripple saat ini masih mengendalikan sekitar 40 miliar token XRP yang dilepas secara bertahap setiap bulan dari sistem escrow, menjaga pasokan dan harga agar tetap stabil.
Ke depan, tantangan terbesar Ripple adalah membuktikan bahwa mereka mampu membangun bisnis nyata yang tidak hanya bergantung pada hype atau komunitas fanatik. Perusahaan harus memadukan produk kripto dan tradisional secara harmonis agar bisa bertahan dan berkembang.
Analisis Ahli
Jeff John Roberts
Ripple adalah contoh unik dari perusahaan crypto yang belum menemukan fungsi pasti tokennya tapi tetap berusaha memperluas kehadiran bisnisnya melalui pembelian strategis, sebuah langkah yang berisiko tinggi tapi juga menunjukkan ambisi besar untuk bertahan.