Bagaimana Kehamilan dan Menyusui Meningkatkan Imunitas Melawan Kanker Payudara
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
20 Okt 2025
205 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Menyusui dapat berkontribusi pada penurunan risiko kanker payudara melalui mekanisme imun.
Involusi payudara setelah menyusui memicu rekrutmen sel T yang penting untuk pertahanan terhadap kanker.
Penelitian menunjukkan bahwa efek positif dari menyusui dapat bertahan hingga puluhan tahun setelah kehamilan.
Menyusui telah lama diketahui dapat mengurangi risiko kanker payudara, namun mekanisme perlindungannya kurang jelas. Selama kehamilan dan menyusui, payudara mengalami perubahan besar untuk memproduksi ASI yang bergizi bagi bayi, dan setelah itu, kembali ke bentuk semula lewat proses involusi. Penelitian terbaru menemukan bahwa selama periode ini, sel imun khusus bernama CD8+ T terkumpul di jaringan payudara dan dapat bertahan sangat lama.
Penelitian dilakukan dalam tiga tahap utama, termasuk analisis jaringan payudara dari 260 wanita dengan berbagai risiko kanker, pemodelan pada tikus, dan studi kasus lebih dari 1.000 wanita dengan kanker payudara triple-negatif. Hasilnya menunjukkan bahwa wanita yang pernah melahirkan dan menyusui memiliki jumlah sel T lebih banyak dibandingkan yang belum, bahkan sel T itu bisa bertahan hingga 50 tahun.
Pada tikus, mereka yang mengalami proses menyusui penuh memiliki tumor lebih kecil setelah disuntikkan sel kanker payudara dibandingkan dengan tikus yang pupnya segera diambil sehingga memaksakan proses berhenti menyusui. Jumlah sel T dalam tumor juga lebih tinggi pada tikus yang menyusui, menandakan bahwa menyusui memicu respon imun yang kuat tidak hanya lokal di payudara tapi juga sistemik.
Studi tambahan menunjukkan bahwa pada wanita dengan kanker payudara triple-negatif, jenis kanker paling agresif dan biasa muncul pada wanita muda, mereka yang menyusui memiliki tingkat kelangsungan hidup lebih baik. Tumor pada wanita yang menyusui juga mengandung lebih banyak sel T, menunjukkan peran imun sel dalam melawan kanker tersebut.
Penelitian ini menjadi temuan penting yang bisa mengubah pemahaman kita tentang pencegahan kanker payudara serta membuka peluang terapi imun baru yang memanfaatkan mekanisme alami tubuh yang dipicu oleh kehamilan dan menyusui. Hal ini juga memperkuat pentingnya mendukung menyusui untuk kesehatan jangka panjang ibu.
Analisis Ahli
Julia Ransohoff
Studi ini menggunakan data yang kreatif dan kombinasi dari manusia dan tikus untuk menunjukkan bahwa menyusui dan involusi mengarah pada imunitas anti-tumor yang didorong oleh sel CD8+ T di jaringan payudara, serta keterlibatan sel ini dalam regresi tumor triple-negatif.

