Aster Kembali ke DeFiLlama Meski Dugaan Wash-Trading Belum Tuntas
Finansial
Mata Uang Kripto
20 Okt 2025
190 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Aster telah kembali terdaftar di DeFiLlama meskipun masih ada pertanyaan tentang legitimasi volume perdagangannya.
Tuduhan wash-trading dapat dihubungkan dengan aktivitas perdagangan untuk airdrop, menurut CEO Aster.
DeFiLlama memerlukan akses yang lebih baik untuk data yang dapat diverifikasi untuk mengevaluasi situasi perdagangan Aster.
Aster, platform pertukaran berjangka desentralisasi, sempat dikeluarkan dari daftar peringkat DeFiLlama setelah muncul dugaan bahwa volume perdagangan mereka dimanipulasi melalui praktik wash-trading. Dugaan ini memicu kekhawatiran soal keaslian data perdagangan yang dilaporkan Aster.
Setelah beberapa minggu absen, Aster kembali direlister di DeFiLlama atas permintaan platform itu sendiri. Meski demikian, DeFiLlama mengaku masih belum bisa memverifikasi kebenaran angka volume perdagangan dari Aster karena kurangnya data terbuka dan transparansi.
CEO Aster, Leonard, menjelaskan bahwa lonjakan volume perdagangan tersebut bukanlah hasil manipulasi, melainkan akibat dari aktivitas airdrop yang baru saja mereka lakukan. Trader memanfaatkan airdrop tersebut dengan membuka posisi di Aster dan melakukan hedging dengan posisi berlawanan di Binance.
Strategi ini disebut 'airdrop farming', di mana pengguna berusaha memaksimalkan jumlah hadiah dari airdrop berdasarkan volume perdagangan dan posisi terbuka. Pola ini menjelaskan kemiripan volume perdagangan Aster dengan Binance yang sempat dianggap sebagai indikasi wash-trading.
Ke depan, DeFiLlama berencana mengembangkan metrik tambahan agar pemantauan volume perdagangan di platform seperti Aster bisa lebih akurat dan transparan. Namun, masih ada kekhawatiran terkait bagaimana data tersebut dapat benar-benar dipercaya di masa mendatang.
Analisis Ahli
0xngmi
DeFiLlama membutuhkan akses data yang lebih baik dan valid untuk memastikan volume perdagangan Aster bukan hasil dari wash-trading.Leonard
Kenaikan volume perdagangan disebabkan oleh strategi 'opportunistic API traders' yang memanfaatkan airdrop, bukan wash-trading.