Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Applied Digital Kunci Kontrak AI Rp 165 Triliun, Tapi Risiko Tinggi Tetap Mengintai

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (5mo ago) artificial-intelligence (5mo ago)
20 Okt 2025
164 dibaca
2 menit
Applied Digital Kunci Kontrak AI Rp 165 Triliun, Tapi Risiko Tinggi Tetap Mengintai

Rangkuman 15 Detik

Pertumbuhan pendapatan Applied Digital menunjukkan potensi yang kuat dalam infrastruktur AI.
Kesepakatan jangka panjang dengan CoreWeave meningkatkan kestabilan pendapatan, tetapi juga meningkatkan risiko terkait ketergantungan pelanggan.
Proyeksi masa depan menunjukkan kebutuhan untuk diversifikasi pendapatan untuk mengurangi risiko.
Applied Digital Corporation melaporkan pendapatan kuartal pertama sebesar Rp 1.07 triliun (US$64,22 juta) , naik tajam dari Rp 582.00 miliar (US$34,85 juta) tahun sebelumnya. Namun, mereka tetap mencatat kerugian bersih yang memburuk mencapai Rp 308.95 miliar (US$18,5 juta) dibandingkan dengan Rp 71.64 miliar (US$4,29 juta) sebelumnya. Lonjakan pendapatan ini terutama disebabkan oleh perpanjangan kontrak sewa pusat data jangka panjang dengan CoreWeave yang menambah kapasitas besar di fasilitas Polaris Forge 1. Kontrak baru senilai Rp 183.70 triliun (US$11 miliar) selama 15 tahun dengan CoreWeave memperkuat posisi Applied Digital dalam infrastruktur data untuk kecerdasan buatan yang kini berkembang pesat. Kesepakatan ini menambah kapasitas hingga 400 megawatt yang diharapkan bisa meningkatkan stabilitas pendapatan perusahaan dalam jangka panjang. Meskipun demikian, ketergantungan besar pada CoreWeave juga meningkatkan risiko bila bisnis atau kontrak ini berubah. Investor disarankan untuk memahami bahwa meskipun ada pertumbuhan pendapatan yang kuat, Applied Digital masih perlu memperluas portofolio pelanggannya agar tidak terlalu bergantung pada kontrak besar yang dialami CoreWeave. Selain itu, volatilitas pasar kripto juga memberi tekanan pada operasi perusahaan, sehingga pertumbuhan dari sektor AI menjadi fokus utama yang harus dimaksimalkan. Perusahaan memproyeksikan pendapatan bisa mencapai Rp 12.62 triliun (US$755,7 juta) dan laba sebesar Rp 1.71 triliun (US$102,2 juta) pada tahun 2028, angka yang membutuhkan pertumbuhan tahunan rata-rata hampir 74%. Namun, target ini juga merefleksikan risiko besar mengingat kerugian saat ini dan ketergantungan utama pada pelanggan besar seperti CoreWeave. Beragam analis memiliki estimasi nilai wajar saham Applied Digital yang sangat bervariasi, antara Rp 4.83 juta (US$2,89) hingga Rp 450.90 ribu (US$27) per saham, menunjukkan ketidakpastian pasar tentang masa depan perusahaan. Keputusan investasi sebaiknya didasari pada pemahaman risiko ketergantungan pelanggan dan kebutuhan diversifikasi pendapatan dalam industri AI yang sangat dinamis.

Analisis Ahli

Mary Meeker
Fundamental Applied Digital menunjukkan potensi pertumbuhan yang menarik di pasar AI, namun risiko klien tunggal perlu segera diminimalisasi untuk memastikan nilai jangka panjang.