TLDR
Kolaborasi ini menunjukkan potensi penggunaan teknologi untuk mendukung kebutuhan air bersih di medan perang. Teknologi ini dapat mengurangi ketergantungan pada suplai air tradisional yang rentan terhadap serangan. Inovasi dalam sistem energi dan manajemen sumber daya dapat meningkatkan resiliensi pasukan militer. US Army bekerjasama dengan perusahaan teknologi AirJoule Technologies untuk mengembangkan alat baru yang dapat menghasilkan air minum dari udara menggunakan panas terbuang dari generator taktis. Hal ini bertujuan untuk mendukung kebutuhan pasukan militer agar lebih mandiri dan tahan dalam kondisi sulit sekaligus mengurangi kebutuhan logistik yang berat dan berisiko.Teknologi yang digunakan oleh AirJoule berbeda dari sistem dehumidifikasi biasa karena menggunakan bahan sorben khusus yang dapat menyerap uap air dari udara bahkan dalam kelembapan yang rendah. Setelah sorben penuh dengan air, uap akan dilepaskan lewat proses vakum dan panas terbuang sehingga mengembun menjadi air bersih.Sistem tersebut menjalankan siklus penangkapan dan pelepasan uap secara bersamaan di ruang berbeda sehingga dapat menggunakan kembali panas secara efisien, menjadikan proses ini hemat energi. Ketika dipasangkan dengan perangkat pemulihan panas milik militer, teknologi ini bisa menyediakan air minum tanpa membutuhkan bahan bakar tambahan untuk pengiriman air.Keuntungan utama dari teknologi ini adalah dapat mengurangi konsumsi bahan bakar dan risiko logistik yang selama ini menyulitkan pasukan saat harus mengirimkan air dalam perang atau bencana. AirJoule bisa beroperasi di berbagai kondisi lingkungan di mana sumber air tanah atau permukaan sulit didapat atau terkontaminasi.ERDC akan melakukan pengujian untuk memastikan teknologi ini dapat berfungsi dengan baik di berbagai lingkungan dan terintegrasi dengan perangkat militer yang ada. Jika sukses, teknologi ini dapat mengubah cara militer mengamankan pasokan air dan juga dapat memberikan manfaat pada misi kemanusiaan di masa mendatang.