AI summary
Greenland mengalami pergeseran besar akibat perubahan iklim, yang menyebabkan pencairan es. Penelitian menunjukkan bahwa Greenland tidak hanya diperpanjang tetapi juga mengalami penyusutan di beberapa area. Dampak dari pergeseran ini penting untuk survei dan navigasi, serta memiliki implikasi global untuk sumber air tawar. Penelitian terbaru dari DTU Space menunjukkan bahwa Greenland mengalami perubahan besar akibat pencairan es yang dipicu oleh perubahan iklim global. Es yang mencair menyebabkan daratan wilayah ini mengalami peregangan, kompresi, dan pergeseran ke arah barat laut hingga 2 cm per tahun.Meskipun pencairan es sudah terjadi sejak zaman es terakhir, yang menjadi keprihatinan para ilmuwan adalah laju pencairan yang sangat cepat selama 28 tahun terakhir. Perubahan ini menyebabkan Greenland bergerak secara horizontal, layaknya mengembang dan mengerut secara bersamaan.Peneliti menggunakan data dari 58 stasiun GNSS yang tersebar di Greenland dan model pergerakan selama 26.000 tahun untuk mengukur dengan presisi tinggi perubahan posisi dan elevasi daratan. Temuan ini memperlihatkan adanya area yang sebenarnya mengalami penurunan dan kontraksi akibat proses geologis prasejarah.Greenland Ice Sheet merupakan sumber air tawar terbesar dan pencairannya berpotensi berdampak luas pada kenaikan permukaan laut dan perubahan iklim global. Meski tahun 2024 mencatat kehilangan es paling sedikit sejak 2013, tren pelepasan es secara keseluruhan masih jauh lebih besar dari kemampuan es untuk terbentuk kembali.Penelitian ini juga penting untuk tujuan navigasi dan survei di wilayah Arktik, karena titik referensi yang dianggap tetap pun ternyata bergerak perlahan akibat fenomena ini. Pemahaman lebih dalam tentang dinamika perubahan ini akan sangat membantu dalam adaptasi terhadap perubahan lingkungan di Kutub Utara.
Penelitian ini membuka wawasan baru yang krusial dalam memahami dampak perubahan iklim secara geofisik di kawasan Kutub Utara, khususnya pada pergeseran daratan Greenland yang sebelumnya belum terdeteksi dengan tingkat presisi tinggi. Dampak lanjutan dari fenomena ini bukan hanya akan menambah tekanan pada ekosistem dan kondisi iklim global, tapi juga memaksa revisi rancangan peta dan sistem navigasi di wilayah tersebut.