Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mengapa Perusahaan Terburu-buru Memasuki Blockchain dan Risiko di Baliknya

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (5mo ago) cryptocurrency (5mo ago)
18 Okt 2025
208 dibaca
2 menit
Mengapa Perusahaan Terburu-buru Memasuki Blockchain dan Risiko di Baliknya

Rangkuman 15 Detik

Banyak perusahaan berinvestasi dalam blockchain karena tekanan industri daripada inovasi sejati.
Digital Asset Treasuries menunjukkan tren signifikan dalam pengelolaan aset digital di perusahaan publik.
Kedepannya, keberhasilan akan datang dari inovasi yang nyata dan menghasilkan nilai, bukan hanya dari mengejar tren.
Saat ini banyak perusahaan besar mulai terjun ke dunia blockchain dan tokenisasi aset nyata. Namun, pendiri Everest Venture Group, Ng, menilai bahwa banyak dari mereka sebenarnya didorong oleh rasa cemas dan keinginan untuk tidak ketinggalan tren, bukan oleh inovasi yang sesungguhnya. Ini menyebabkan keputusan-keputusan yang diambil tidak selalu rasional dan terkadang lebih bertujuan memperbaiki citra perusahaan. Salah satu tren yang muncul adalah Digital Asset Treasuries (DATs), yaitu perusahaan publik yang membeli dan memegang aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum sebagai bagian utama neraca mereka. Saat ini ada lebih dari 110 perusahaan publik dengan total kepemilikan digital assets sekitar 129 miliar dolar AS, di mana Bitcoin mendominasi dengan 83,9 persen dari total tersebut. Perusahaan-perusahaan yang memegang aset kripto terbesar termasuk MicroStrategy yang memiliki 640.031 Bitcoin, serta perusahaan penambang seperti Riot dan CleanSpark, serta bursa seperti Coinbase dan Bullish. Bahkan Tesla dan Trump Media juga memiliki total kepemilikan Bitcoin yang cukup signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa Bitcoin semakin menjadi pilihan utama di neraca korporasi. Ng juga mengingatkan bahwa perusahaan dan institusi itu pada dasarnya dijalankan oleh manusia dengan emosi dan agenda yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penting untuk tidak hanya mengikuti tren teknologi blockchain demi eksistensi atau citra, tetapi fokus pada nilai nyata yang mampu menciptakan dampak positif pada pendapatan dan efisiensi biaya perusahaan. Menurut Ng, para pemimpin finansial masa depan adalah mereka yang mampu membangun sistem blockchain yang tidak hanya sekadar mengejar publikasi atau popularitas, tetapi benar-benar dapat berfungsi dan berkontribusi pada kesuksesan bisnis secara berkelanjutan. Hanya inovasi yang berlandaskan nilai nyata yang dapat bertahan lama.

Analisis Ahli

Ng
Institusi sering kali membuat keputusan yang emosional dan politis, bukan hanya rasional, sehingga penting untuk fokus pada nilai nyata dalam adopsi teknologi.
MicroStrategy CEO
Bitcoin sebagai kapal induk aset digital memperlihatkan bagaimana treasury digital bisa menjadi alat investasi utama bagi korporasi.