Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Disney Naikkan Harga Streaming: Strategi Baru untuk Raih Profit Lebih Tinggi

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
YahooFinance YahooFinance
17 Okt 2025
181 dibaca
2 menit
Disney Naikkan Harga Streaming: Strategi Baru untuk Raih Profit Lebih Tinggi

Rangkuman 15 Detik

Disney+ dan Hulu akan mengalami kenaikan harga pada 21 Oktober.
Disney mengadopsi strategi hybrid dalam penyiaran olahraga lewat ESPN dan NFL.
Divisi pengalaman Disney menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan pencapaian pendapatan tinggi.
Disney akan menaikkan harga layanan streaming mereka mulai 21 Oktober. Paket Disney+ dengan iklan naik sebesar Rp 33.40 miliar ($2 m) enjadi Rp 20.02 juta ($11,99) per bulan, sementara paket tanpa iklan naik Rp 50.10 miliar ($3 m) enjadi Rp 31.71 juta ($18,99) per bulan. Pelanggan tahunan juga akan melihat kenaikan Rp 501.00 miliar ($30 m) enjadi Rp 317.28 juta ($189,99) . Kenaikan harga ini merupakan yang kedua kalinya berturut-turut dan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan layanan streaming. Layanan gabungan Disney+, Hulu, dan ESPN juga akan mengalami kenaikan harga Rp 50.10 ribu ($3) setiap bulan. Disney berencana mengintegrasikan Hulu ke dalam aplikasi Disney+ tahun depan untuk menciptakan satu aplikasi terpadu yang lebih lengkap dan menarik bagi konsumen, serta untuk mengurangi tingkat pembatalan langganan atau churn. ESPN juga sedang menjalankan transformasi besar dengan meluncurkan layanan digital ESPN yang menawarkan jaringan ESPN lengkap serta puluhan ribu acara langsung. Disney memperluas kemitraan dengan NFL, termasuk akuisisi NFL Network dan RedZone, yang diperkirakan akan selesai pada akhir 2026 dan segera memberikan dampak positif terhadap pendapatan mereka. Divisi Experiences Disney, termasuk taman hiburan dan kapal pesiar, menunjukkan performa yang sangat baik dengan peningkatan pengeluaran per kapita domestik sebesar 8% dan pendapatan rekor di Walt Disney World. Kapal pesiar tetap beroperasi dengan tingkat okupansi tinggi, dan dua kapal baru akan diluncurkan tahun ini, termasuk Disney Adventure di Asia Tenggara. Dari sisi keuangan, analis memperkirakan pendapatan Disney akan tumbuh dari Rp 1.53 quadriliun ($91,36 miliar) pada 2024 menjadi Rp 1.82 quadriliun ($109 miliar) pada 2028. EPS juga diperkirakan naik dari Rp 83.00 miliar ($4,97 m) enjadi Rp 13.06 juta ($7,82) . Dengan harga saham saat ini yang masih lebih rendah dari rata-rata historis, ada potensi kenaikan sekitar 29% dalam dua tahun mendatang, didukung oleh sebagian besar analis yang memberikan rekomendasi kuat untuk membeli saham Disney.

Analisis Ahli

Bob Iger
Kenaikan harga streaming adalah langkah strategis untuk mengakselerasi profitabilitas sekaligus memperkuat posisi Disney di pasar media digital yang semakin kompetitif.