Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Dl Holdings Investasi 200 Juta Dolar di Emas Token dan Penambangan Bitcoin

Finansial
Mata Uang Kripto
News Publisher
17 Okt 2025
139 dibaca
2 menit
Dl Holdings Investasi 200 Juta Dolar di Emas Token dan Penambangan Bitcoin

AI summary

DL Holdings dan Antalpha berkolaborasi untuk menginvestasikan hingga $200 juta dalam aset digital.
Tokenisasi emas melalui Tether Gold diharapkan menjadi bagian penting dari strategi investasi.
Jepang memiliki potensi besar untuk adopsi aset digital, meskipun investor masih berhati-hati terhadap volatilitas Bitcoin.
DL Holdings Group Limited dari Hong Kong dan Antalpha mengumumkan kemitraan strategis dengan rencana investasi hingga 200 juta dolar AS di dua bidang utama aset digital. Fokusnya adalah pada tokenisasi emas dengan Tether Gold (XAU₮) dan ekspansi infrastruktur penambangan Bitcoin. Inisiatif ini bertujuan menghubungkan dunia keuangan tradisional dengan ekonomi digital yang berkembang pesat.DL Holdings berencana menginvestasikan hingga 100 juta dolar AS dalam XAU₮ selama 12 bulan ke depan, melanjutkan investasi awal sebesar 5 juta dolar AS. Pasar global tokenisasi emas saat ini bernilai lebih dari 3 miliar dolar AS, bagian terbesar dari pasar tokenisasi aset nyata yang totalnya sekitar 25 miliar dolar AS, namun adopsi institusi masih terbatas.Antalpha menyediakan berbagai layanan seperti likuiditas, kustodi, dan pinjaman melalui platform RWA Hub dan akan membuka brankas emas di berbagai wilayah untuk memudahkan penukaran aset bagi investor. Sementara itu, DL Holdings juga menyiapkan 100 juta dolar AS untuk memperkuat operasi penambangan Bitcoin dengan pembelian 3.000 unit Antminer S21 dari Bitmain, potensi produksi Bitcoin sekitar 350 BTC per tahun.Kemitraan ini didukung oleh hubungan eksklusif Antalpha dengan Bitmain untuk akses perangkat keras dan keahlian teknis penambangan. Tren di Asia menunjukkan semakin banyak perusahaan publik yang memasukkan aset digital dalam strategi keuangan mereka, terutama di Jepang, dimana dana tabungan rumah tangga sangat besar dan potensi permintaan aset digital sangat tinggi.Meski ada potensi besar, investor di Jepang dan Asia masih berhati-hati terhadap volatilitas Bitcoin. Produk terstruktur seperti obligasi yang didukung Bitcoin dan saham preferen dengan hasil tetap menjadi pilihan sebagai jembatan antara keuangan tradisional dan sector kripto. Langkah ini memberi sinyal adopsi lebih luas aset digital dalam dunia keuangan konvensional.

Experts Analysis

TradesQuantum
Shifting just 1% of Japan’s $15 trillion savings into Bitcoin-linked assets could generate $150 billion demand, signaling besar potensi pasar jika institusi dan ritel mulai menerima aset digital secara lebih luas.
Editorial Note
Kemitraan ini menunjukkan bagaimana perusahaan konvensional mulai serius menggabungkan teknologi blockchain dan aset digital sebagai strategi diversifikasi dan pertumbuhan. Perkembangan ini akan mempercepat legitimasi tokenisasi aset nyata serta penambangan Bitcoin, meskipun volatilitas dan kerangka regulasi masih dapat menjadi tantangan utama.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.