Chip Optik Mini Ini Bisa Memetakan Galaksi Milky Way dalam Kurun 10 Tahun
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
17 Okt 2025
260 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Pengembangan chip optik Yuheng dapat merevolusi cara kita memetakan galaksi.
Inovasi ini mengatasi trade-off antara resolusi dan efisiensi dalam pencitraan.
Uji coba di teleskop terbesar dunia menunjukkan potensi besar dalam penelitian astronomi.
Para peneliti dari Tsinghua University di Tiongkok telah mengembangkan sebuah chip optik berukuran seujung jari yang mampu menganalisis cahaya dengan presisi sangat tinggi, yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan alat laboratorium besar dan rumit. Penemuan ini berpotensi mempercepat pemetaan galaksi Milky Way secara signifikan, dari ribuan tahun menjadi kurang dari sepuluh tahun.
Chip tersebut dinamakan Yuheng atau Rafael dan dipublikasikan dalam jurnal Nature. Yuheng mampu membedakan warna cahaya yang hanya berbeda kurang dari 0,1 nanometer, yang 100 kali lebih tajam dibandingkan teknologi pencitraan snapshot saat ini. Dengan kecepatan ini, chip dapat merekam warna dari hampir 10.000 bintang setiap detik.
Inovasi ini memadukan kemajuan dalam bidang optik, kecerdasan buatan, dan ilmu material untuk mengatasi masalah klasik antara resolusi dan efisiensi dalam penginderaan cahaya dekat inframerah dan tampak. Teknologi ini memungkinkan mesin berbagai jenis, dari drone hingga teleskop, memiliki kemampuan visual yang jauh lebih tajam.
Ke depan, para peneliti berencana untuk menguji chip Yuheng pada Gran Telescopio Canarias di Kepulauan Canaria, Spanyol. Teleskop ini adalah teleskop optik dengan satu aperture terbesar di dunia dengan diameter 10,4 meter dan digunakan untuk eksplorasi bintang, galaksi, serta berbagai fenomena astrofisika.
Jika berhasil, teknologi ini tidak hanya akan mengubah pemetaan Milky Way, tetapi juga membuka peluang baru dalam berbagai bidang seperti robotika, medis, dan teknologi penginderaan lainnya yang memerlukan analisis cahaya berpresisi tinggi secara cepat dan efisien.
Analisis Ahli
Dr. Emily Thompson (Astrofisikawan)
Inovasi ini bisa menjadi game changer untuk astrofisika karena memungkinkan pencitraan spektral dengan detail luar biasa tanpa memerlukan peralatan besar dan mahal.

