Waspada Saham Di Bawah 10 Dolar: Hindari Risiko Tinggi dan Pilih yang Berkualitas
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
17 Okt 2025
192 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Saham di bawah $10 memiliki potensi untuk tumbuh, tetapi harus dipilih dengan hati-hati.
Perusahaan dengan model bisnis yang rentan dapat membawa risiko tinggi bagi investor.
StockStory membantu memisahkan perusahaan berkualitas dari yang tidak untuk membantu pengambilan keputusan investasi.
Saham dengan harga di bawah 10 dolar sering menarik perhatian investor karena potensi keuntungan dan biaya kontrak opsi yang lebih murah. Namun, tidak semua saham dengan harga ini adalah peluang bagus. Banyak saham di kisaran ini berasal dari perusahaan dengan model bisnis yang buruk sehingga berpotensi merugikan investor.
Tiga contoh saham yang disarankan untuk dihindari adalah Jamf, Skillz, dan Clover Health. Jamf memiliki pertumbuhan pendapatan yang lambat dan margin negatif. Skillz mengalami penurunan pengguna aktif dan semakin boros dalam pengeluaran uang tunai. Sedangkan Clover Health mengalami penurunan penjualan serta kesulitan keuangan dalam jangka panjang.
Di sisi lain, kekhawatiran pasar yang sempat muncul akibat kebijakan tarif dari Presiden Trump pada tahun 2025 sempat membuat harga saham anjlok. Namun, pengambilan keputusan yang terlalu panik menyebabkan beberapa investor kehilangan peluang rebound yang sudah menghapus kerugian tersebut.
StockStory menghadirkan daftar saham berkualitas tinggi yang telah menghasilkan pengembalian pasar yang luar biasa, sekitar 183% selama lima tahun terakhir. Contohnya seperti Nvidia yang mencatat kenaikan 1.545% dan perusahaan yang dulunya kecil, Comfort Systems, dengan kenaikan 782% selama periode yang sama.
Sebagai penutup, penting bagi investor untuk tidak terpaku pada harga murah tapi harus melihat kualitas bisnis dan pertumbuhan jangka panjang yang stabil. StockStory memudahkan investor menemukan saham-saham berkualitas sebagai alternatif investasi yang lebih solid dan aman.
Analisis Ahli
Warren Buffett
Investasi harus didasarkan pada nilai fundamental dan prospek jangka panjang, bukan hanya harga saham yang murah.Cathie Wood
Saham teknologi dengan inovasi yang berkelanjutan layak menjadi fokus meskipun harganya tinggi, dibandingkan mengejar saham murah yang berisiko.