Micron Hentikan Jual Chip Server ke Tiongkok Tapi Terus Jual ke Otomotif
Bisnis
Ekonomi Makro
17 Okt 2025
69 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Micron Technology menghentikan pasokan chip ke pusat data di China akibat larangan pemerintah.
Perusahaan masih akan melayani pelanggan di sektor otomotif dan smartphone di China.
Nvidia dan Intel juga menghadapi tuduhan dari China, menunjukkan ketegangan yang meningkat dalam industri semikonduktor.
Micron Technology, perusahaan pembuat chip memory asal Amerika Serikat, memutuskan untuk berhenti mengirim chip memori server ke pusat data di Tiongkok. Keputusan ini menyusul larangan pemerintah Tiongkok terhadap produk Micron dalam infrastruktur penting sejak tahun 2023.
Larangan ini dianggap sebagai balasan dari Tiongkok atas pembatasan yang dikenakan Amerika Serikat untuk memperlambat kemajuan teknologi semikonduktor di Tiongkok. Beberapa perusahaan lain seperti Nvidia dan Intel juga menghadapi tuduhan dari pihak Tiongkok, tetapi tidak sampai ada tindakan resmi seperti Micron.
Meski menghentikan penjualan untuk sektor pusat data, Micron tetap menjual chipnya kepada pelanggan di sektor otomotif dan smartphone di Tiongkok. Salah satu pelanggan besar mereka yang masih aktif adalah Lenovo, yang memiliki operasi data center di luar Tiongkok.
Micron melaporkan bahwa pendapatan dari penjualan di pasar Tiongkok mencapai 3,4 miliar dolar AS atau sekitar 12 persen dari total pendapatan perusahaan pada tahun keuangan terakhir. Ini menunjukkan pentingnya pasar Tiongkok bagi bisnis Micron meskipun ada hambatan regulasi.
Ke depan, Micron kemungkinan akan lebih fokus pada sektor otomotif dan smartphone di pasar Tiongkok sambil beradaptasi dengan situasi geopolitik yang kompleks dan mempertahankan penjualan di area lain sebagai strategi bisnis untuk tetap bertahan.
Analisis Ahli
Dr. Susan Chang (Analis industri semikonduktor)
Micron mengambil langkah pragmatis dengan menyesuaikan portofolionya di pasar Tiongkok untuk meminimalkan risiko dan tetap dapat menyumbang pendapatan dari sektor yang kurang terdampak regulasi keras.Prof. James Lee (Ahli geopolitik dan teknologi)
Ini adalah contoh nyata bagaimana teknologi dan geopolitik kini saling terkait erat, dan perusahaan-perusahaan teknologi harus siap menghadapi ketidakpastian regulasi di berbagai negara.

