Micron Turunkan Ratusan Karyawan di China Karena Pasar Memory Mobile Menurun
Bisnis
Ekonomi Makro
12 Agt 2025
154 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Micron Technology mengurangi karyawan di China akibat lemahnya pasar NAND mobile.
Perusahaan menawarkan kompensasi kepada karyawan yang memilih untuk pergi.
Ketegangan antara AS dan China mempengaruhi keputusan bisnis Micron.
Micron Technology, perusahaan chip dari Amerika Serikat, mulai melakukan pengurangan pekerja di beberapa kantornya di China sebagai bagian dari strategi perusahaan. Pengurangan ini terjadi karena pasar untuk produk mobile NAND yang selama ini mereka kembangkan sedang mengalami penurunan yang signifikan.
Mobile NAND adalah jenis memori yang digunakan dalam smartphone dan tablet untuk menyimpan data serta memindahkannya. Karena permintaan terhadap produk ini melemah, Micron memutuskan untuk menghentikan pengembangan global produk tersebut.
Penurunan ini menyebabkan Micron harus memberhentikan lebih dari 300 karyawan yang bekerja di bidang riset dan pengembangan, pengujian, serta dukungan teknis di beberapa kota besar di China seperti Shanghai, Shenzhen, dan Xian.
Situasi ini juga dipengaruhi oleh ketegangan politik dan perdagangan yang semakin tajam antara Amerika Serikat dan China, yang membuat operasi perusahaan teknologi asing di China menjadi semakin sulit dan penuh ketidakpastian.
Untuk mengurangi dampak buruk dari pemutusan hubungan kerja ini, Micron memberikan kompensasi yang cukup besar kepada karyawan yang memilih untuk keluar secara sukarela. Ke depan, perusahaan kemungkinan besar akan mengalihkan fokusnya ke produk memori lain yang lebih menjanjikan.
Analisis Ahli
Dr. Andri Setiawan, Analis Teknologi Memori
Pengurangan investasi Micron di mobile NAND adalah sinyal kuat bahwa pasar memori mobile tidak lagi menjanjikan, dan perusahaan chip harus fokus pada teknologi baru seperti SSD dan RAM yang masih berkembang.

