AT&T Naikkan Harga Internet Rumah Lagi, Pelanggan Harus Bayar Lebih Mahal
Finansial
Perencanaan Keuangan
17 Okt 2025
11 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
AT&T mengumumkan kenaikan harga sebesar $5 untuk semua paket internet mulai Desember 2025.
Pelanggan dapat mendapatkan diskon bulanan dengan mendaftar untuk Autopay dan Paperless Billing.
Meskipun AT&T mengalami kenaikan biaya operasional, mereka masih mencatat keuntungan yang signifikan.
AT&T mengumumkan kenaikan harga internet rumah sebesar 5 dolar AS per bulan yang berlaku mulai 1 Desember 2025. Ini merupakan kenaikan ketiga dalam dua tahun terakhir karena biaya operasional yang terus meningkat menurut pernyataan perusahaan.
Kenaikan ini berlaku untuk semua paket internet rumah AT&T, kecuali untuk pelanggan yang baru mendaftar dalam satu tahun terakhir dan pengguna program Access from AT&T yang diperuntukkan bagi rumah tangga berpenghasilan rendah.
Pelanggan yang belum menggunakan layanan Autopay dan Paperless Billing dapat memperoleh diskon bulanan hingga 10 dolar AS jika mendaftar dengan rekening bank yang memenuhi syarat sebagai bentuk kompensasi dari kenaikan harga.
Meskipun ada peningkatan biaya operasional sebesar 300 juta dolar AS di kuartal terakhir, AT&T tetap meraup keuntungan bersih besar sebesar 4,9 miliar dolar AS dalam periode yang sama, yang menunjukkan bahwa perusahaan dalam posisi keuangan yang kuat.
Setiap pelanggan yang sudah menggunakan layanan AT&T akan merasakan tambahan beban biaya, yang bagi sebagian orang bisa mencapai lebih dari 90 dolar AS per bulan. Banyak pelanggan mungkin mulai mempertimbangkan alternatif penyedia internet lain yang menawarkan harga lebih kompetitif.
Analisis Ahli
Brian Krebs (jurnalis keamanan siber)
Kenaikan harga layanan internet sering kali tidak sejalan dengan peningkatan layanan yang nyata, dan konsumen harus lebih waspada terhadap transparansi biaya dan kualitas layanan.Susan Athey (Profesor Ekonomi, Stanford)
Perusahaan seperti AT&T memiliki kekuatan pasar yang besar sehingga dapat menaikkan harga tanpa kehilangan banyak pelanggan, tapi ini bisa berdampak negatif pada kepuasan konsumen dan potensi inovasi.