Kesalahan Pencetakan Stablecoin PYUSD Rp 4,9 Kuintiliun, Ini Dampaknya
Finansial
Mata Uang Kripto
17 Okt 2025
6 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kesalahan pencetakan PYUSD menunjukkan potensi masalah dalam sistem stabilitas mata uang kripto.
Paxos mengkonfirmasi bahwa dana pelanggan tetap aman meskipun terjadi kesalahan teknis.
Jumlah US$300 triliun yang dicetak lebih dari dua kali lipat PDB dunia, menyoroti ketidakberdayaan dalam menjamin nilai stablecoin.
Paxos, perusahaan mitra blockchain PayPal, baru-baru ini mengalami kesalahan teknis yang menyebabkan pencetakan stablecoin PYUSD dalam jumlah sangat besar, yaitu hingga Rp 5.01 undefined (US$300 triliun) atau sekitar Rp 4,9 kuintiliun. Jumlah ini jauh melampaui nilai ekonomi dunia sehingga menimbulkan kekhawatiran serius.
Dalam pernyataan resminya, Paxos menegaskan bahwa kesalahan ini adalah masalah internal dan tidak melibatkan pelanggaran keamanan atau pencurian dana pelanggan. Mereka juga menyatakan bahwa dana pelanggan tetap aman dan masalah tersebut telah diperbaiki dalam 20 menit setelah terdeteksi.
Keberadaan stablecoin PYUSD tercatat di blockchain Ethereum dan dapat dilihat melalui platform Etherscan, di mana sejumlah besar token ini secara tiba-tiba tercetak ke dalam jaringan. Kejadian ini menyebabkan perhatian besar karena nilai token tersebut seharusnya dijamin oleh aset nyata seperti dolar AS dan obligasi pemerintah.
PayPal sendiri belum memberikan komentar resmi terkait insiden ini, namun iklan mereka menyebut PYUSD sebagai stablecoin yang dijamin 100% dengan simpanan dolar AS, sehingga nilai tukarnya dijamin oleh PayPal sendiri dengan rasio 1:1. Insiden ini mengungkap adanya potensi risiko dalam mekanisme penjaminan tersebut.
Pengamat dan analis memperkirakan kejadian ini akan memicu regulasi yang lebih ketat terhadap pencetakan stablecoin dan pengawasan perusahaan blockchain di masa depan. Masyarakat dan pelaku pasar diharapkan semakin berhati-hati dalam mempercayai stablecoin sebagai alat pembayaran digital.
Analisis Ahli
Andi Setiawan (Analis Keuangan)
Kesalahan pencetakan sebesar ini sangat mengkhawatirkan dan menunjukkan bahwa audit teknologi blockchain harus lebih diperhatikan. Pelaku pasar harus lebih waspada terhadap stabilitas dan keamanan stablecoin sebagai alat pembayaran.Dr. Mira Kusuma (Pakaryang Blockchain)
Ini adalah contoh penting bagaimana teknologi blockchain, walaupun transparan, bisa mengalami masalah serius jika kontrol internal lemah. Kejadian ini bisa memperlambat adopsi reguler stablecoin di kalangan luas.