TLDR
Penerima radio optik yang baru ini dapat mendeteksi sinyal radio dengan akurasi tinggi tanpa menggunakan komponen logam. Teknologi ini menawarkan potensi besar untuk aplikasi di luar angkasa dan pengukuran kuantum. Kolaborasi dengan Badan Antariksa Eropa menunjukkan adanya minat internasional yang signifikan terhadap inovasi ini. Tim fisikawan di Universitas Warsaw berhasil menciptakan penerima radio yang seluruhnya menggunakan cahaya laser sebagai sumber tenaga dan deteksi, tanpa memerlukan antena logam maupun rangkaian elektronik. Penemuan ini merupakan terobosan besar dalam bidang quantum sensing karena memungkinkan deteksi sinyal radio dengan sensitivitas sangat tinggi.Perangkat ini menggunakan atom rubidium dalam keadaan energi tinggi yang disebut Rydberg. Ketika gelombang radio melewati atom ini, mereka mengubah kondisi atom dan menyebabkan atom memancarkan cahaya inframerah lemah yang membawa informasi sinyal radio tersebut.Kunci keberhasilan perangkat ini adalah kestabilan frekuensi laser yang dijaga dengan optical cavities, sehingga atom-atom rubidium bisa berada dalam sinkronisasi sempurna. Hal ini memungkinkan penerima untuk membaca amplitude dan fase sinyal radio secara sangat akurat.Keunggulan utama dari teknologi ini adalah kemampuannya untuk beroperasi secara tak terlihat, tanpa gangguan terhadap medan radio, dan kemungkinan miniaturisasi di masa depan. Perangkat ini bahkan dapat dipasang pada serat optik dan melakukan pengukuran tanpa harus berada dekat sumber sinyal.Proyek ini mendapat dukungan dan sedang dikomersialisasikan bersama European Space Agency dengan potensi penerapan pada satelit untuk pengukuran medan elektromagnetik yang presisi di luar angkasa, menandai era baru di mana komunikasi radio dapat didukung oleh teknologi berbasis cahaya dan quantum.