AI summary
BNY Mellon fokus pada pengembangan infrastruktur untuk stabilcoin daripada meluncurkan token bermerek sendiri. Perubahan lingkungan regulasi telah mendorong BNY Mellon untuk mempercepat investasi dalam teknologi blockchain. Perusahaan berusaha untuk menjadi penyedia infrastruktur yang mendukung ekosistem digital secara keseluruhan. BNY Mellon, salah satu bank kustodian terbesar di dunia, tengah mempercepat investasi di bidang blockchain untuk mendukung penyelesaian aset dunia nyata dan pembayaran tokenized pada tahun 2025. Keputusan ini dipengaruhi oleh perubahan lingkungan regulasi yang lebih mendukung dan kondisi pasar digital yang membaik.Dalam diskusi pendapatan terbaru, CFO Dermot McDonogh menyatakan bahwa investasi di ranah digital aset yang sebelumnya direncanakan di masa depan kini dipercepat karena perubahan situasi dan pasar yang lebih konstruktif. Namun, bank ini belum berkomitmen untuk menerbitkan stablecoin bermerek sendiri.CEO Robin Vince menegaskan bahwa strategi BNY Mellon adalah berfokus pada pengembangan infrastruktur yang fleksibel dan mendukung berbagai stablecoin yang sudah ada, bukan meluncurkan produk stablecoin sendiri. Layanan yang diberikan sudah meliputi kustodi, manajemen kolateral, dan penyelesaian transaksi untuk penerbit stablecoin besar.Vince juga menyoroti bahwa banyak perusahaan membutuhkan teknologi stablecoin tanpa harus membangun infrastruktur sendiri, sehingga BNY Mellon melihat peluang besar untuk menjadi penyedia backend yang memberdayakan stablecoin dan ekosistem yang lebih luas. Perusahaan akan tetap agile dan membuka kemungkinan pengembangan sistem sampai tingkat tertentu.Selain itu, BNY Mellon telah mengalokasikan kembali sekitar 500 juta dolar dari penghematan biaya di tahun ini untuk mendanai inisiatif pertumbuhan termasuk digital assets dan kecerdasan buatan, sebagai bentuk persiapan menghadapi kondisi pasar yang lebih kuat dan kebutuhan investasi jangka panjang.
Langkah BNY Mellon untuk berfokus pada infrastruktur daripada peluncuran stablecoin merek sendiri menunjukkan pemahaman yang dalam akan kebutuhan pasar institusional yang kompleks dan regulasi yang ketat. Ini juga menandai perubahan strategi tradisional bank besar yang kini lebih integratif dan mendukung ekosistem digital daripada berebut menjadi issuer, sehingga meminimalisasi risiko bisnis mereka.